
Sign up to save your podcasts
Or


Herman Hery dan Ihsan Yunus disebut memperoleh kuota jumbo pengadaan paket bansos Kemensos oleh Jaksa dalam sidang tipikor Adi Wahyono. Sebelumnya nama Ihsan Yunus sempat raib dalam surat dakwaan Jaksa. Apakah ini tanda bahwa Istana sudah merelakan Madam Bansos di-"Novanto"-kan? Apakah ini juga sinyal untuk memulai tawar-menawar di antara para pihak?
Dengan resminya Moeldoko menjadi Ketum versi KLB Sibolangit, terbukti bantahan keterlibatannya dalam kudeta Demokrat hanya isapan jempol saja. Pemerintah keras membantah terlibat dalam manuver nekad Moeldoko. Bisakah dipercaya?
Politik Indonesia diramaikan oleh kiprah sejumlah mantan Jenderal. Edi Sudrajat, Wiranto, SBY dan Prabowo sudah mencoba peruntungan dengan mendirikan partai. Ada yang sukses, ada pula yang terpuruk. Moeldoko memilih strategi baru: merampas partai lain, bekerjasama dengan kader yang tidak puas. Bagaimana manuver Moeldoko akan dicatat dalam sejarah politik kita?
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Malarangeng, menyebut Moeldoko sebagai "begal partai", merujuk pada tindakannya yang dianggap amoral. Ternyata ada juga jurnalis yang jadi begal, karena mengklaim berita dari sumber lain sebagai miliknya. Ini juga gak bermoral. Bangsa kita memang mengalami krisis moral, di samping krisis ekonomi . Indikasinya itu tadi: keigatan begal-membegal jadi lumrah.
Banyak topik seru kita bahas seminggu kemarin di kanal ini. Mulai soal lampiran Perpres 10/2021 yang membuka investasi miras, yang bikin Wapres kaget, dan kemudian dicabut. Tak kalah serunya adalah soal ngopi-ngopi Moeldoko yang berujung KLB Demokrat di Sibolangit dan ngobrol seru Bang Arief bareng Jendral TNI (purn) Gatot Nurmantyo.
Jendral TNI (purn) Gatot Nurmantyo berterus-terang punya keinginan jadi Presiden. Namun beliau sadar, harus tetap realistis, karena tak punya partai, tak punya hasrat bikin partai, apalagi ambil alih partai orang lain. Namun, concern Jendral Gatot yang utama adalah keterbelahan bangsa. Jika tidak segera diatasi, keterpurukan ekonomi, bahkan bangkitnya ideologi komunis dan disintegrasi, mengancam Indonesia.
Jendral TNI (purn) Gatot Nurmantyo menceritakan apa yang paling membahagiakan dan yang paling membuatnya sedih selama menjabat Panglima TNI 2015-2017. Ternyata Jendral Gatot juga pernah diajak pihak tertentu untuk merebut kepemimpinan Partai Demokrat melalui KLB. Respon Jenderal Gatot sangat mengejutkan!
Kudeta Moeldoko cs terhadap AHY bukan cuma persoalan internal Demokrat. Kalau kemudian Kemenkumham mensahkan kepengurusan versi KLB Sibolangit, demokrasi kita praktis selesai. Pelemahan total terhadap oposisi,. Amandemen UUD yang menjadikan Presiden Jokowi tiga periode, bahkan kuasi partai tunggal, sudah di depan mata. Sesuram itukah jalan demokrasi kita?
KSP Moeldoko tak bisa berkelit lagi atas keterlibatannya dalam kudeta Partai Demokrat. KLB di kesenyapan The Hill, Sibolangit, Sumut menjadi saksi terpilihnya mantan Panglima TNI sebagai Ketum. DPP Demokrat pimpinan AHY menyebutnya sebagai KLB ilegal dan inkonstitusional, bahkan abal-abal, karena melanggar AD-ART. Yang jelas, ini KLB grasa-grusu alias buru-buru. Apa yang dikejar Moeldoko?
Semula Direktur Tindak Pidana Umum Polri menyatakan bahwa keenam Laskar FPI yang tewas ditembak polisi dalam insisden KM 50 sudah jadi tersangka. Lalu, Kabareskrim dan Kadiv Humas Polri bilang, status tersangka tersebut dicabut. Cuma di Indonesia arwah bisa jadi tersangka! Apakah ini satu bukti kecanggihan sistem hukum kita?
From the publisher's feed