April 2021 utang Pemerintah sudah Rp 6.527,29 triliun, atau setara dengan 41,18% PDB. Menteri Keuangan terbaik (atau terbalik?) Sri Mulyani masih pede bilang aman, karena masih di bawah limit yang ada di UU Keuangan Negara, 60% PDB. Padahal kemampuan bayar hutang, yang digambarkan oleh debt service ration (DSR), sudah merah, 25%, jauh di atas Filipina, Thailand, dan Meksiko. Di sisi lain, Kementerian terus menghabiskan anggaran. Belanja ratusan milyar bikin studi kebijakan yang berulang. Jadi, masih ngotot membantah kalau anggaran negara yang sebagian besar dari utang, jadi bancakan penguasa dan para pendukungnya?