
Sign up to save your podcasts
Or


Darnella Frazier mendapatkan penghargaan khusus Pulitzer untuk rekaman video keker4san polisi yang menyebabkan ter8unuhnya George Floyd. Oknum polisi pem8unuh George Floyd sudah dihadapkan ke pengadilan, dan terancam hukum penjara 40 tahun. Di Indonesia lain lagi ceritanya. Supir yang menjadi korban pungli oknum polisi malah terancam UU ITE karena menyebarkan video peristiwa tersebut. Lebih parah dari itu, oknum aparat yang terlibat dalam unlawful k1lling 6 Laskar FP1 dalam insiden KM 50, sampai sekarang tak jelas proses pemidanaannya. Dalam hal-hal yang terkait dengan penegakan hukum dan pemenuhan rasa keadilan, Indonesia memang selalu unik dan luar biasa!
Pemerintah mencanangkan "Work from Bali" mulai Juli 2021. Sekitar 25% ASN akan diarahkan beberja dari kawasan Nusa Dua. Menurut Memparekraf Sandi Uno, ini semacam "pertolongan pertama" terhadap pariwsata Bali yang remuk dihantam pandemi. Bahkan Presiden Jokowi juga menyerukan kita untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Bali sangat aman dikunjungi. Pertanyaannya, apakah pemerintah sudah memitigasi seluruh potensi risiko? Apalagi belakangan berbagai varian virus Covid-19 yang lebih ganas bermunculan, bahkan memicu gelombang outbreak baru d berbagai kawasan.
Pengukuhan Profesor Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri dihadiri oleh sejumlah Menteri, Pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara, Kepala Staf ketiga angkatan TNI, dan sejumlah tokoh penting lainnya. Namun Presiden , yang sebelumnya dikabarkan akan hadir, hanya diwakili video sambutan singkat yang diputar di akhir prosesi. Jokowi, yang oleh Megawati kerap disebut "petugas partai", memilih ke Semarang, meninjau vaksin masal di pelabuhan Tanjung Emas, didampingi Mensesneg Pratikno dan Gubernur Ganjar Pranowo. Rupanya bagi Jokowi, meninjau vaksin masal lebih penting ketimbang menghadiri perhelatan Profesor Kehormatan Megawati. Bahasa non-verbal Jokowi jelas mengisyaratkan manuver untuk membuat jarak dan keluar dari bayang-bayang dominasi Megawati. Mungkin Jokowi sudah bosan jadi petugas partai!
Kobexindo, pabrik semen di Kutai Timur, mensyaratkan bahasa Mandarin bagi calon karyawannya. Publik menegarai ini adalah strategi untuk menyingkirkan tenaga kerja lokal, sekaligus membuka pintu lebih luas bagi TKA China. Kondisi tentu sangat memprihatinkan, bahkan menyakitkan bagi rakyat Indonesia. Krisis ekonomi menyebabkan meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Kemenaker selalu berdalih, TKA yang masuk dipekerjakan di sektor-sektor strategis yang belum mampu ditangani pekerja lokal. Padahal sejak 2018 Ombudsman menemukan, sebagian besar TKA China melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar. Jadi wajar kalau rakyat bertanya kepada Pak Jokowi, janji beliau menciptakan 10 juta lapangan kerja baru itu untuk rakyat Indonesia atau rakyat China?
Presiden Jokowi minta para relawannya tidak buru-buru mendukung capres tertentu. "Akan ada waktunya saya menentukan kemana kapal besar relawan Jokowi berlabuh," begitu kata beliau. Oh jadi ternyata organisasi-organisasi relawan Jokowi pasca Pilpres kemarin bukan saja masih eksis, tapi masih dirawat oleh Jokowi. Tampaknya Jokowi tidak cukup percaya diri sebagai Presiden dari seluruh rakyat Indonesia, sehingga tetap butuh dukungan para relawannya. Pak Jokowi sadar gak ya, keberadaan relawan yang berkepanjangan ini jadi salah satu faktor keterbelahan masyarakat yang tak kunjung selesai?
Gratifikasi dalam politik transaksional rupanya tidak harus uang. Profesor pun bisa ditransaksikan, dengan embel-embel "kehormatan". Di sisi lain, utang dengan bersemangat digenjot. Dalihnya, masih dalam batas yang diijinkan UU, walaupun jelas-jelas kemampuan membayar sudah terlampaui. Tak lupa pula posisi para elit politik diamankan lewat pasal penghinaan terhadap Presiden, Wapres, dan DPR. Dan yang pasti, Ketum Parpol yang nyambi jadi Menko, lebih fokus persiapan nyapres, ketimbang mengurus ekonomi dan penanganan Covid yang jadi tugasnya. Tapi, betapapun parahnya kondisi negara, sebagian besar anak muda tenang-tenang saja, karena sedang fokus berburu BTS meal. Itulah obrolan kita dalam sepakan, soal potret bangsa yang bangkrut secara moral!
Kita ucapkan selamat kepada Megawati. Tanggal 11 Juni kemarin dikukuhkan jadi Profesor Kehormatan bidang Kepemimpinan Strategik di Unhan. Bukan cuma Mega yang sumringah. Mas Menteri Nadiem riang, karena selamat dari reshuffle. Menhan Prabowo pun senang, karena besar kemungkinan rencana borong alutsista 1,760 triliun bakal mulus. Tinggal yang perlu dipastikan, Mega memutuskan PDIP mengusung Prabowo nyapres di 2024. Mungkin perlu beberapa hadiah lagi untuk memastikan itu. Ini mungkin contoh nyata dari policy corruption yang sangat menjijikkan. Jabatan akademis seterhormat Profesor, digunakan untuk membayar ambisi politik kekuasaan.
K-Pop memang mendunia. Tidak heran jika BTS meal yang dibesut McD bersama BTS, boys band Korea, meledak. Antrrian panjang driver ojol yang melayani pesanan daring para fans fanatik BTS mengular di seluruh geras McD di 50 negara, termasuk Indonesia. Di berbagai kota di Indonesia, sejumlah gerai McD bahkan sampai ditutup sementara oleh Satpol PP karena memicu kerumunan parah. Itulah potret (sebagian) anak muda kita: instan, easy going, di permukaan, gak mau susah, dan apatis terhadap politik. Generasi pemuja BTS ini yang disukai oligarki, karena mereka akan cuek dan tidak ambil pusing ketika negara dijarah!
April 2021 utang Pemerintah sudah Rp 6.527,29 triliun, atau setara dengan 41,18% PDB. Menteri Keuangan terbaik (atau terbalik?) Sri Mulyani masih pede bilang aman, karena masih di bawah limit yang ada di UU Keuangan Negara, 60% PDB. Padahal kemampuan bayar hutang, yang digambarkan oleh debt service ration (DSR), sudah merah, 25%, jauh di atas Filipina, Thailand, dan Meksiko. Di sisi lain, Kementerian terus menghabiskan anggaran. Belanja ratusan milyar bikin studi kebijakan yang berulang. Jadi, masih ngotot membantah kalau anggaran negara yang sebagian besar dari utang, jadi bancakan penguasa dan para pendukungnya?
Menteri Keuangan terbaik Asia Timur dan Pasifik, Sri Mulyani, punya prestasi lain di samping menambah utang, yaitu curhat. Sebelumnya Sri curhat ke IMF soal dana bansos yang dikorupsi Juliari. Dia juga curhat kepada wartawan soal pandemi yang membuat postur APBN 2020 yang direncanakan dengan baik, jadi porak poranda. Sri bilang, "Manuasi berencana, Tuhan menentukan." Sekarang Sri curhat lagi, gegara rencana Pemerintah menaikkan PPN dan memajaki sembako, sekolah, dll, bocor ke publik sebelum tuntas dibahas di DPR. Sri, daripada terus-terusan curhat, kalau sudah gak mampu jadi Menkeu, lebih baik mundur saja!
From the publisher's feed