METANOIA : Podcast Pengembangan Diri

METANOIA : Podcast Pengembangan Diri

By Galuh NandyaEducationSelf-Improvement
Download on the App Store

METANOIA : Podcast Pengembangan Diri episodes

  • Letters We Write in Our Life

    “everything we say at funerals should be said at birthday parties instead. we leave so much love unspoken”


    We write two letters in our lifetime:

    the one we send,

    and the one we never do.


    The letter we send is reckless,

    beautiful in its courage—

    softened by hope,

    trimmed down to what might be forgiven.

    it spills only what we dare to say,

    only what we hope will be received.


    But the letter we never send

    is where the tragedy lives. Where the grief learns how to speak.



    There, every word is poured without mercy,

    every feeling laid bare,

    even the ones we spend a lifetime avoiding.


    It holds truths too painful to speak,

    confessions too heavy for a voice,

    sentences that hurt too much

    even to be written.


    There, nothing is spared.

    Every word bleeds freely,

    every feeling collapses onto the page—

    even the ones we bury so deep

    sentences that tremble

    because writing them feels like losing everything.


    There, it carries memories of pain

    alongside the love we once had.


    It remembers the pain

    exactly as it was,

    pressed against the memory of love

    we were never able to let go of.


    It holds goodbyes that felt unbearably heavy,

    knowing how deeply we loved.


    It holds the ache of belonging—

    a feeling so strong

    it feels like it is tearing your heart apart.


    Yet we write them anyway,

    not to be answered,

    not to be saved,

    but because some pain

    refuses to stay silent,

    even when it must remain unheard.


    silently,

    lovingly,

    alone.


    Sincerely,

    METANOIA

    3 min
  • Tentang Merasa Pudar di Usia Muda

    Lagi di tahap semakin kesini semakin nurun progresnnya.. semakin gakberkembang dan rasanya kok jadi bandingin ke orang lain terus ya ..


    Hidup mereka lebih enak, lebih bahagia, lebih gakbanyak beban… kok progressnya disini sini aja..

    6 min
  • Udah punya semua tetep gak bahagia juga. Salah siapa?

    Kalo ditanya “apa yang buat kamu bahagia?” Beberapa dari kita masih suka mikir apaya jawabannya?


    Kita tau kita gak happy, gak bahagia.. tapi kalo dikembalikan “apasih yang bikin bahagia” somehow kita mikir bahagia itu sesuatu yang berlebih…?


    Tapi kalo udah dapet itu semua tetep gakbahagia, siapa yang salah?

    7 min
  • Dengerin apa yang diri sendiri butuhin

    Kadang kita tuh gasadar kalo kita ternyata jadi keras sama diri sendiri, padahal sebenernya yang diri kita butuh cuman rasain apa yang kita rasain..


    Marah? Silahkan marah

    Sedih? Silahkan nangis


    Jangan terlalu sering dipendem perasaanya ☺️

    6 min
  • Setiap orang memaafkan

    Setiap orang punya trauma, kadang disetiap trauma itu, gabisa semuanya kita maaafin saat itu juga.


    Banyak di setiap trauma kita mempertanyakan, kita menganda-ngandai.


    Setiap orang punya luka, kadang di luka itu, kita juga nyimpen amarah, nyimpen dendam. Nyimpen penyesalan harus nya gak ketemu luka nya.


    Rasanya semakin tua, disamping banyaknya berkah, semakin banyak juga luka nya, banyak nangis, banyak sedih nya.


    Gak sedikit yang belum berhasil sembuh

    Pun berhasil smbuh, gak sedikit juga yang masih belajar buat sembuh sepenuhnya. Buat bisa kembali percaya, kembali mencintaj, kembali kuat.


    Gak sedikit yang berhasil ngelupain.

    Pun berhasil, gak sedikit juga yang sesekali masih nangis kalo nginget hal itu.


    Tapii…

    Setiap orang juga memafkan

    Setiap orang perlahan belajar untuk sembuh


    Setiap orang paham akhirnya bahwa

    - apa yang ditakdirkan untuk kita akan kembali pada kita

    - Mereka juga gak sempurna, banyak buat kesalahan, banyak buat luka dan trauma juga


    Heres for you that are still learning to forgive 🫶🏻

    10 min
  • Kita semua cuman anak-anak yang masih belajar memahami hidup
    Kita cuman anak anak
    Kita cuman anak-anak yang masih belajar memahami apa makna nya cinta
    Bagaimana rasanya dicintai
    Bagaimana caranya mencintai dengan benar
    Bahkan memahami apa cinta bagi kita
    Kita cuman anak-anak yang belajar buat mengerti
    Tentang bagaimana dunia berjalan
    Tentang siapa dan apa yang ditakdirkan untuk kita
    Kita cuman anak anak yang masih belajar memahami
    Memahami bagaimana hidup bekerja
    Memahami bagaimana semua kejadian hidup bisa mengarahkan kita pada satu kejadian
    Memahami apa yang sudah terjadi
    Kita cuman anak-anak yang masuh belajar untuk menerima
    Semua kekalahan
    Semua perpisahan
    Semua kekecewaan dan penghianata
    Karena pada akhirnya
    Siapa yang benar benar handal dalam percintaan?
    Siapa yang benar benar handal dalam menerima perpisahan?
    Siapa yang benar benar handal dalam memahami makna hidup dan takdir?
    Sudah tertimpa sejauh apapun dan terkena kerasnya hidup sekeras apapun. Kita cuman anak anak yang masih selalu mau rasa di sayangi, di pedulikan, di ikut sertakan, diterima
    Kita semua cuman anak-anak yang masih mencoba, memahami dan mengerti semua hal yang terjsdi pada kita
    Tapi meskipun demikian
    Kita juga anak-anak yang akan terus belajar dan beradaptsi
    Untuk memahami dan mengerti dari semua perjalanan
    Untuk sesekali tersandung dan tetap berdiri kembali
    Untuk mengambil makna dari setiap kesalahan
    Jadi bila sekali-kali kesalahan terjadi, bila sekali-kali tersandung, bila sekali-kali mengambil keputusan yang salah. Bersedihlah sebentar, namun pahami bahwa semua masih dalam proses. Tidakpapa, berjalan kembali perlahan perlahan
    Semua buat kesalahan
    Tapi kesalahan yang buat kita berproses
    kita terima kesalahan dan kekalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang
    jangan takut untuk salah, mencoba dan mencari cara
    jangan takut untuk belajar, bertanya dan minta tolong
    5 min
  • the Contrast Effect: Kenapa kita suka bandingin diri? - ep 5

    “Manusia punya kelemahan untuk lebih sering melihat bigger pictures dan sering melupakan small pictures dari satu hal”


    Kenapa ya kalo ada pembanding kita selalu ngeliat bahwa pembandingnya lebih baik?

    Kenapa ya kita mudah tertarik sama diskon?


    Yukk pelajarin tentang bias berfikir the Contrast Efect : leave your supermodel friends at home


    Ini #3MenitLebihJernih bersama METANOIA dimana selama 3 menit kita akan bahas kesalahan berfikir dan bagaimana mengatasinya agar bisa lebih logis dalam berfikir terinspirasi dari buku Rolf Dobelli - How To Think Clearly


    Setiap hari Jumat cuman di METANOIA!

    4 min

About METANOIA : Podcast Pengembangan Diri

From the publisher's feed

Metanoia;

More shows like METANOIA : Podcast Pengembangan Diri

Growth Mindset Psychology: The Science of Self-Improvement by Sam Webster Harris | Growth Mindset Psychology

Growth Mindset Psychology: The Science of Self-Improvement

359 Listeners

tentang cinta by jaya situmorang

tentang cinta

1 Listeners

Rapot by RezaAnkaRadhiniAbigail Potkes

Rapot

18 Listeners

anything goes with emma chamberlain by emma chamberlain

anything goes with emma chamberlain

62,416 Listeners

The Friday Podcast by Makna Talks

The Friday Podcast

2 Listeners

Menjadi Manusia by Menjadi Manusia

Menjadi Manusia

3 Listeners

Self Healing by Ria Marliana

Self Healing

3 Listeners

Psikologid - Komunitas Psikologi by Komunitas Psikologi Digital

Psikologid - Komunitas Psikologi

0 Listeners

Cerita Manusia by Cerita Manusia

Cerita Manusia

0 Listeners

Cerita Sejarah Islam (CESI) by Cerita Sejarah Islam Podcast

Cerita Sejarah Islam (CESI)

1 Listeners

SyifQuran by Muhammad Nurdiansyah

SyifQuran

0 Listeners

Tentang Rasa by Tentangrasa

Tentang Rasa

0 Listeners

Tempat Berteduh by Cinthya Halim

Tempat Berteduh

1 Listeners

Di Balik Aku by FathurCL

Di Balik Aku

0 Listeners

Podcast Seminggu by Podkesmas Asia

Podcast Seminggu

1 Listeners