Radio Rodja 756 AM

Radio Rodja 756 AM

By Radio Rodja 756AMReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AM episodes

  • Dasar-Dasar Kaidah Muamalah dalam Perniagaan Muslim

    Dasar-Dasar Kaidah Muamalah dalam Perniagaan Muslim adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, M.A. pada Ahad, 24 Safar 1445 H / 10 September 2023 M.



    Tabligh Akbar Tentang Dasar-Dasar Kaidah Muamalah dalam Perniagaan Muslim



    Seorang Muslim berbeda hidupnya dengan manusia yang lain. Manusia yang lain mereka tidak punya aturan kecuali aturan yang mereka buat dengan manusia lainnya atau yang mereka sepakati. Tapi Muslim tidak, dia hidup di atas muka bumi ini dengan aturan yang dibuat oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan RasulNya, kemudian dirincikan oleh para ulama dengan serinci-rincinya.



    Bila aturan yang dibuat oleh manusia tadi tidak bertentangan dengan aturan Allah dan RasulNya, dan akan membawa mudharat baginya dalam berniaga, berbisnis, dan mencari rezeki Allah ‘Azza wa Jalla, dan itu menjadi sebuah aturan yang bila tidak diikuti akan membahayakan dirinya, maka ini juga seorang Muslim harus mengikutinya.



    Seorang Muslim hidup (dengan tanggung jawab) yang lebih berat dibandingkan dengan non-Muslim atau Muslim yang tidak memahami aturan agamanya. Karena selain harus mematuhi aturan Allah, dia juga harus mengikuti aturan manusia yang tidak bertentangan dengan aturan Allah dan RasulNya. Dalam konteks ini, seorang Muslim harus banyak belajar, tidak cukup hanya memahami aturan Allah dan RasulNya, kemudian mengabaikan aturan yang dibuat oleh manusia yang tidak bertentangan dengan aturan Allah.



    Bila dia tidak peduli aturan-aturan tersebut, dampaknya maka dia tidak bisa berbuat apa-apa dengan perniagaannya, bisa diperkarakan, diberikan sanksi, bahkan mungkin berlanjut ke dalam hukuman tahanan yang akan merugikan dirinya, keluarganya, dan kaum muslimin yang lainnya. Sikap ini juga dapat menciptakan citra negatif bagi umat Islam di mata penegak aturan yang berpikir bahwa orang-orang seperti ini tidak mau mengikuti aturan yang dibuat oleh manusia. Padahal tidak bertentangan dengan aturan Allah.



    Niat ketika mencari rezeki



    Seorang Muslim harus menjalankan setiap tindakan, perilaku, dan aktivitas mencari rezeki Allah dengan niat dan tujuannya yang ikhlas. Niatkan untuk mengangkat kefakiran dan kemiskinan pada dirinya, serta untuk menghindarkan dari kehinaan meminta-minta kepada manusia. Selain itu, dia juga dapat menggunakan rezeki tersebut untuk membantu keluarga, tetangga, dan umatnya dari kehinaan dan kekurangan ekonomi.



    Begitu seorang muslim dalam berdagang. Manfaatnya bukan untuk dirinya dan keluarganya saja. Bahkan hewan pun merasakan manfaatnya. Bukankah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:



    مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ



    “Tidaklah seorang muslim yang menanam sebuah pohon atau bertani, lalu ia memakan hasilnya atau orang lain dan binatang ternak yang memakan hasilnya, melainkan dituliskan untuknya sedekah.” (HR. Bukhari).



    Sampai dalam kondisi yang sangat emergensi, tapi ada kemungkinan Anda berbuat baik, maka lakukan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:



    إن قامتِ السَّاعةُ وفي يدِ أحدِكم فسيلةٌ فليغرِسْها



    “Bila kiamat telah datang (tanda-tanda besarnya sudah sedang terjadi), dan ketika itu salah seorang kalian memiliki tunas tanaman, tanamlah!” (HR. Al Bazzar, dishahihkan Al Albani).



    Perhatikanlah, tidak ada aturan darimana pun juga yang menganjurkan ini. Tapi agama Islam menganjurkan kita untuk melakukan hal itu.



    1 hr 43 min
  • Pengaruh Harta Haram untuk Kehidupan

    Pengaruh Harta Haram untuk Kehidupan adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Ahad, 24 Safar 1445 H / 10 September 2023 M.



    Tabligh Akbar Tentang Pengaruh Harta Haram untuk Kehidupan



    Makanan yang haram pasti sangat berpengaruh dalam kehidupan seorang muslim. Dampak yang paling buruk daripada makanan yang haram itu berhubungan dengan hatinya. Karena hati adalah sumber keselamatan dunia dan akhirat. Dan keselamatan kita pada hari kiamat juga sangat tergantung oleh keselamatan hati kita. Allah berfirman:



    يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ‎﴿٨٨﴾‏ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ‎﴿٨٩﴾‏



    “Pada hari tidak bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan membawa hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 88-89)



    Maka, keselamatan hati itu segala-galanya. Ini adalah pengaruh yang paling dahsyat daripada makanan yang haram.



    Sebab-Sebab Seseorang Berani Memakan Makanan Yang Haram



    Ada beberapa sebab yang menyebabkan seseorang berani untuk memakan makanan yang haram:



    1. Sedikitnya rasa takut dan rasa malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala



    Rasa takut dalam merupakan kekuatan bagi seorang hamba dalam menghadapi hal-hal yang haram dan maksiat. Kalau kita tidak punya rasa takut kepada Allah, kita tidak akan peduli dengan apa yang Allah haramkan kepada kita. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para malaikat karena rasa takut mereka kepada Allah. Allah berfirman:



    يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ…



    “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka…” (QS. An-Nahl[16]: 50)



    Allah juga memuji orang-orang yang senantiasa menyeru Allah karena penuh rasa takut dan berharap. Allah berfirman:



    …يَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا…



    “Mereka senantiasa menyeru Kami dengan penuh rasa takut dan rasa berharap.” (QS. Al-Anbiya[21]: 90)



    Rasa takut adalah merupakan sifat para Nabi dan sifat orang-orang yang bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dan rasa takut yang terbesar adalah ketika kita sendirian, saat tidak ada orang yang melihat, saat kita berada di kamar sendirian tidak ada yang melihat. Kita yakin Allah mengawasi diri kita. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang takut kepada Allah saat sendirian. Allah berfirman:



    إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ 



    “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabb mereka bil ghaib (ketika dia sendiri), bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Mulk[67]: 12)



    Subhanallah! Saudaraku, jangan sampai pengawasan Allah menjadi yang paling remeh di hati kita daripada pengawasan makhluk. Ketika kita berada di sebuah ruangan yang penuh dengan CCTV, mungkin kita tidak akan berani berbuat sembarangan. Ketika ada orang yang mengawasi, mungkin kita akan merasa ketakutan. Tapi ketika tidak ada CCTV dan tidak ada orang yang mengawasi, hanya Allah yang melihat kita, disitulah terlihat hakikat bahwa kita memang orang-orang yang takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.



    Makanya, sebagian ulama Salaf mengatakan: “Jangan kamu jadikan Allah yang paling hina yang mengawasi dirimu.”



    Apakah ternyata pengawasan manusia lebih agung di hati kita daripada pengawasan Allah? Ini saja lebih berat daripada dosa.
    49 min
  • Mengawal Perkembangan Sosial Remaja

    Mengawal Perkembangan Sosial Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 19 Safar 1445 H / 5 September  2023 M.







    Kajian Tentang Mengawal Perkembangan Sosial Remaja



    Perkembangan sosial pada usia remaja, di antaranya adalah kehadiran sahabat-sahabat dekat. Mereka sudah mulai bergaul, dan pergaulannya sudah lebih spesifik. Mereka suka untuk membentuk komunitas.



    Pada usia ini, mereka sangat mudah terpengaruh oleh komunitas-komunitas remaja di lingkungan mereka berinteraksi (baik komunitas positif atau negatif), memiliki kecenderungan kuat untuk berkelompok dan suka bergabung dengan kelompok remaja yang sejenisnya (satu hobi, ketertarikan, ataupun kecondongan).



    Pada masa sekarang ini, tentunya pergaulan bukan hanya di alam nyata, tapi juga pergaulan di alam maya. Dan ini yang sebenarnya sangat perlu dikawal oleh para orang tua. Yaitu, bagaimana perkembangan sosial anak di dalam pergaulannya di dunia maya yang tanpa batas.



    Kita tahu dunia maya itu penuh dengan perkara yang menipu, tidak seperti yang terlihat. Dan banyak remaja-remaja yang menjadi korban kejahatan dunia maya. Hal ini akibat dari terjerumus ke dalam komunitas yang buruk.



    Maka dari itu para orang tua harus mengetahui circle ataupun komunitas anak-anak mereka berkumpul di dunia maya.



    Ini adalah tantangan orang tua zaman sekarang ini. Bahwa tidak mudah mengawal perkembangan sosial remaja hari ini. Kita lihat banyak orang tua yang mengeluh karena pengaruh-pengaruh yang didapat anak-anak mereka dari pergaulan di dunia maya. Misalnya tiba-tiba mereka memiliki satu sifat yang meledak-ledak, mungkin karena komunitas pergaulannya di dunia maya.



    Hal ini merupakan salah satu perkara yang lumrah terjadi pada remaja. Seiring dengan bertambahnya usia, maka mereka pun cenderung untuk membuka hubungan dengan dunia luar. Terdapat perbedaan cara kanak-kanak berteman dengan remaja berteman. Pertemanan kanak-kanak, maka itu sekedar berteman agar ramai saja. Tapi remaja, mereka berteman lebih dari sekedar bisa bermain bersama komunitasnya, tapi lebih jauh dari itu bisa jadi itu adalah tempat curhat, menghabiskan waktu, bahkan bisa menjadi arah hidupnya. Berapa banyak anak-anak remaja yang teralihkan arah hidupnya karena pergaulan?



    Peran Orang Tua Mengawal Perkembangan Sosial Remaja



    Menit ke- Maka di sini peran orang tua yang dibutuhkan adalah:



    Pertama, hendaknya orang tua mengajarkan kepada anak-anak remaja keterampilan bersosialisasi, public speaking misalnya. Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang remaja, dan ini akan menjadi modal hidupnya juga ketika dia sudah menjadi orang dewasa. Karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Bahkan dalam bab agama, hal-hal pokok itu dikerjakan bersama-sama, misalnya shalat berjamaah. Dan masih banyak ibadah-ibadah yang dilakukan bersama-sama, tidak bisa sendiri.



    Maka dari itu, kita katakan bahwa keterampilannya bersosialisasi itu harus diajarkan, diarahkan, ditempa, dan dibina. Inilah tugas para pendidik, terutama orang tua.



    Hal ini tidak bisa tumbuh sendiri. Memang ada anak-anak yang punya kemampuan itu, public speaking-nya bagus, keterampilan bersosialisasinya juga lebih dari anak-anak yang lainnya. Tapi tidak semua anak punya kemampuan bersosialisasi yang sama. Ada yang cenderung tertutup,
    45 min
  • Doa Agar Dicintai Allah

    Doa Agar Dicintai Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 19 Safar 1445 H / 5 September  2023 M.



    Kajian sebelumnya: Doa Mohon Perlindungan dari Semua Penyakit







    Doa Agar Dicintai Allah



    Kata Abu Darda Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:



    كَانَ مِنْ دُعاءِ دَاوُدَ: اللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إلَيَّ مِنْ نَفْسِي، وَأَهْلِي، وَمِنَ المَاءِ البَارِدِ



    “Salah satu di antara doa yang dipanjatkan oleh Dawud ‘Alaihis Salam kepada Allah Ta’ala, beliau berkata: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada Engkau agar aku mencintaiMu, mencintai orang-orang yang mencintaiMu, dan mencintai satu ibadah yang mana ibadah itu menyampaikan aku kepada kecintaanMu. Ya Allah, jadikanlah kecintaanku kepada Engkau melebihi cintaku kepada diriku, melebihi cintaku kepada keluargaku, dan melebihi cintaku kepada air yang sejuk.'” (HR. Tirmidzi)



    Sebagian ulama menyebutkan hadits ini adalah hadits yang dhaif. Namun makna-makna yang dikandung oleh hadits ini juga dikuatkan oleh dalil-dalil yang lainnya.



    Di antara sebab agar seorang hamba mencintai Allah adalah dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena memang ada sifat-sifat yang dengannya seorang dicintai oleh Allah Ta’ala, di antaranya adalah takwa, sabar, berbuat adil, dan yang lainnya. Dengan mengerjakan amalan-amalan tersebut, seseorang akan mendapatkan cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala.



    Tentu cinta yang dimaksud bukan sekedar pengakuan. Banyak orang mengaku mencintai Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tapi juga tidak sedikit di antara yang mengaku tersebut, cintanya hanya di lisannya saja hanya. Namun dalam prakteknya jauh dari apa yang ditentukan, diajarkan, dan disyariatkan oleh Allah dan RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.



    Oleh karena itu seseorang apabila ingin dia mendapatkan cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dengan mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:



    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ



    “Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” (QS. Ali ‘Imran[3]: 31)



    Maka salah satu sebab utama seorang hamba mendapatkan cinta Allah Ta’ala adalah dengan mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mengikuti beliau artinya beriman kepada beliau, mengikuti sunnah-sunnahnya, cinta kepada Ahlus Sunnah wal Jama’ah (orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik), mencintai ajaran-ajaran beliau, mengerjakan amalan-amalan yang disunnahkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan.



    1 hr 14 min
  • Baiknya Hati dengan Iman

    Baiknya Hati dengan Iman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 18 Safar 1445 H / 4 September 2023 M.







    Kajian Islam Ilmiah Tentang Baiknya Hati dengan Iman



    Qalbu adalah segumpal daging yang kecil yang berada dalam dada manusia, tetapi sangat berpengaruh. Jika dia baik, maka seluruh badan ikut baik; jika dia rusak, maka seluruh anggota tubuh juga ikut rusak. Dalam hadits Nu’man bin Basyir yang telah dibahas pada kajian sebelumnya, qalbu ini disebut dengan “mudghah,” menunjukkan kecilnya organ ini karena “mudghah” mengisyaratkan tentang segumpal daging yang kecil. Meskipun dia kecil, namun pengaruhnya sangat besar.



    Tidaklah seorang manusia melakukan gerakan, diam, atau melakukan kegiatan apapun, atau meninggalkan sesuatu, kecuali mengikuti keinginan segumpal daging ini. Dan tidak mungkin ada anggota tubuh yang tidak nurut pada segumpal daging ini.



    Oleh karena itu, jika qalbu seseorang baik, berisi keimanan, ilmu, dan amalan-amalan hati, maka pasti seluruh anggota tubuhnya juga ikut baik. Demikian juga perkataan, amal, dan juga keimanan pun akan menjadi baik.



    Maka, seorang hamba sangat perlu untuk memperhatikan kondisi segumpal daging ini. Dia harus berusaha memperbaiki, membersihkan, mensucikan, dan menghilangkan segala kotorannya. Karena ini pengaruhnya sangat luar biasa.



    Di antara doa yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, adalah doa yang diriwayatkan dari Sahabat Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa:



    اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا



    “Ya Allah berilah ketakwaan kepada jiwaku. Sucikanlah jiwaku, karena Engkau adalah sebaik-baik yang mensucikan jiwaku. Engkau adalah pemilik jiwaku, dan Engkau yang mengurusi jiwaku.” (HR. Muslim)



    Terkait dengan masalah ini, ada perkara yang harus diperhatikan, dan sangat penting diperhatikan oleh hati, yaitu apa tujuan diciptakannya hati manusia. Tujuan tersebut ternyata adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikhlaskan agama hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka hati harus mengecek sejauh mana dia mewujudkan tujuan ini. Terkait dengan hal ini, ada dua model hati: pertama, model hati yang baik; dan kedua, model hati yang buruk.



    Hati Yang Baik



    Adapun model hati yang baik, yaitu hati yang sibuk untuk mentauhidkan Allah, sibuk bertawakal kepada Allah, memikirkan kebaikan, memikirkan ilmu, dan berusaha mewujudkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika ada hati seorang seperti ini, berarti dia telah meletakkan hatinya pada posisi yang tepat. Hati yang seperti ini memiliki dua ciri.



    Ciri pertama adalah hati tersebut semangat untuk berilmu tentang kebenaran, semangat untuk mengamalkan kebenaran, tunduk kepada kebenaran, dan berusaha mewujudkan tauhid.



    Ciri kedua adalah hati tersebut berusaha menjauh dari kebatilan,
    51 min
  • Menjaga Kehormatan Diri dengan Menikah

    Menjaga Kehormatan Diri dengan Menikah ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 18 Safar 1445 H / 4 September 2023 M.







    Kajian Tentang Menjaga Kehormatan Diri dengan Menikah



    Ada beberapa alasan yang digunakan oleh kaum sufi meninggalkan menikah yang merupakan sunnah Nabi. Salah satu alasan yang mereka gunakan adalah bahwa menikah dianggap berkonsekuensi kepada kecintaan terhadap dunia.



    Diriwayatkan dari Abu Sulaiman Ad-Darani, dia mengatakan bahwa ketika seseorang pergi mencari hadits, mencari penghidupan atau menikah, berarti dia telah condong kepada dunia.



    Ibnul Jauzi mengatakan bahwa pendapat tersebut berseberangan dengan syariat. Bagaimana mungkin seseorang tidak pergi mencari ilmu, tidak mencari nafkah dan tidak menikah? Sementara para malaikat meletakkan sayap mereka untuk para penuntut ilmu. Sedangkan mencari nafkah disebut juga sebagai para pejuang keluarga, karena ini untuk menghidupi anak istri mereka. Dan menikah adalah salah satu sunnatullah yang Allah tetapkan atas Bani Adam untuk berkembang biak.



    Bagaimana mungkin juga seorang tidak mau mencari penghidupan ataupun nafkah. Sementara Umar bin Khattab pernah mengatakan: “Sungguh Lebih baik aku mati berjalan kaki demi mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan diri agar tidak meminta-minta daripada aku mati saat berperang di jalan Allah.”



    Artinya itu termasuk salah satu bentuk jihad juga di dalam memenuhi kebutuhan nafkah diri dan keluarga.



    Jadi, semua kondisi sufi yang dijadikan alasan mereka tersebut jelas-jelas menyelisihi dan menjalani syariat Islam.



    Adapun sekelompok sufi generasi akhir, mereka menyengaja tidak menikah supaya dikatakan sebagai orang yang zuhud. Dimana mereka mengidentikkan zuhud itu dengan hidup menyendiri.



    Motivasi tersebut dikarenakan bahwa umumnya orang awam akan mengagungkan seorang sufi ketika dalam kondisi tidak menikah. Mereka lantas membicarakan “Dia tidak pernah mengenal seorang wanita walaupun seorang.” Artinya dia adalah orang yang tidak tergoda dengan wanita. Mereka melambangkan bahwa wanita itu adalah yang menjerumuskan Adam hingga keluar dari surga. Ini juga satu kekeliruan yang sudah kita jelaskan kemarin. Bahwa yang menggoda Adam hingga keluar dari surga itu bukan istrinya, tapi iblis.



    Sebagian orang-orang awam melambangkan wanita seperti makhluk yang menyesatkan ataupun membahayakan. Mereka menganggap keberadaan wanita menjadi beban. Sehingga di kalangan orang-orang yang tidak beragama bahkan ada yang melambangkan wanita itu sebagai setan. Orang-orang Arab Jahiliyah sangat menyampingkan kaum wanita. Bayi wanita dikubur hidup-hidup, dianggap beban dan lain sebagainya.



    Islam meluruskan pandangan yang keliru itu. Bahwa yang menjerumuskan Adam bukan seorang wanita, tapi iblis. Wanita itu bagian dari pria.



    إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ



    “Sesungguhnya wanita itu adalah bagian dari pria.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)



    Jadi bukan sesuatu yang menjadi beban dalam kehidupan. Wanita melengkapi sehingga menjadi sempurna. Begitulah kedudukan wanita di dalam Islam. Tapi sebagian orang memandang wanita itu sebagai sumber masalah, bencana dan malapetaka.
    37 min
  • Menanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini

    Menanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 18 Safar 1445 H / 4 September 2023 M.







    Kajian Tentang Menanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini



    Anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang ditanamkan kepadanya sejak dini. Kalau yang ditanamkan baik, maka insyaAllah anak itu pun akan tumbuh dengan baik. Namun, jika yang ditanamkan adalah hal-hal yang buruk, maka anak itu pun akan berkembang dalam suasana yang buruk pula. Hal ini bisa menjadi karakter di dalam diri anak-anak kita, na’udzubillahi min dzalik.



    Agar anak tumbuh dengan baik, perilakunya, tutur katanya, dan sikap-sikapnya, maka harus dibiasakan. Orang Indonesia mengatakan, “Alah bisa karena biasa.” Namun, dalam menjalankan proses pembiasaan ini, kita juga harus menggunakan cara yang benar. Sesuatu yang mulia perlu diwujudkan dengan cara yang mulia pula. Akhlak mulia harus dibiasakan kepada anak dengan kelembutan, bukan dengan kekasaran.



    Ketika kita membahas akhlak mulia, ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu lahir dan batin. Akhlak yang bersifat lahiriyah (terlihat), seperti tutur kata, cara bicara, perilaku, dan raut muka. Yang kedua adalah akhlak yang bersifat batiniyah (tidak terlihat), yaitu sifat-sifat dalam hati, seperti sabar, dermawan, ikhlas, dan kebersihan hati dari iri dan dengki kepada orang lain, ketergantungan kepada Allah semata, ini semua juga akhlak.



    Kedua akhlak ini penting. Bahkan sesuatu yang bersifat lahiriyah biasanya dibangun diatas batiniyah. Sesuatu yang terlihat dibangung diatas sesuatu yang tidak terlihat. Ini mirip dengan pondasi sebuah bangunan. Pondasi itu adanya di dalam tanah dan tidak terlihat, namun sangat penting. Sebuah bangunan yang kuat membutuhkan pondasi yang kokoh. Demikian pula dengan akhlak, jangan pernah meremehkan akhlak yang bersifat batiniyah, meskipun tidak terlihat oleh mata.



    Seorang anak akan suka berbagi kalau dia mempunyai sifat dermawan yang ada di dalam hati. Orang akan bertutur kata yang lembut, halus dan tidak menyakiti orang lain kalau hatinya bersih dari iri dan dengki.



    Makanya orang Arab berkata:



    كل إناء بما فيه ينضح



    “Setiap poci/botol akan menuangkan apa yang ada di dalamnya.”



    Ketika hati bersih, maka yang keluar adalah yang bersih-bersih. Tapi kalau hati kotor, maka yang muncul adalah yang kotor-kotor. Berarti kata-kata yang kotor berawal dari hati yang kotor. Adapun kata-kata lembut yang keluar, ini berawal dari hati yang lembut.



    Maka kalau kita perhatikan, ketika Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menanamkan akhlak mulia kepada anak-anak, kita akan perhatikan bahwa beliau menanamkan akhlak dari dua sisi ini.



    Menanamkan Akhlak Batiniyah



    Di antara contoh penanaman akhlak batiniyah, adalah hadits:



    «يَا غُلاَمُ … إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»



    “Nak… Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah.
    46 min
  • Tafsir Ali Imran Ayat 85 – Allah Tidak Menerima Agama Selain Islam

    Tafsir Ali Imran Ayat 85 – Allah Tidak Menerima Agama Selain Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 14 Safar 1445 H / 31 Agustus  2023 M.







    Tafsir Ali Imran Ayat 85 – Allah Tidak Menerima Agama Selain Islam



    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:



    وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ‎﴿٨٥﴾



    “Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya. Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 85)



    Pada ayat yang mulia ini, ada lima hukum yang bisa kita ambil, yaitu:



    Definisi Islam



    Islam artinya berserah diri dan tunduk kepada Allah dengan cara mentauhidkanNya dan mentaatiNya, dan berlepas diri dari kesyirikan dan orang-orangnya. Ini adalah arti dan makna dari Islam.



    Batil mengikuti agama selain Islam



    Diambil dari ayat yang mulia ini tentang batilnya mengikuti seluruh agama selain agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Yakni batilnya agama yang telah dimansukh (dihapus). Sesungguhnya tidak boleh beramal dengan sesuatu yang sudah dihapus. Karena sama saja berarti mengamalkan syariat yang waktunya sudah habis. Maka orang yang melakukan demikian sama berarti tidak berada diatas agama.



    Wajib mengikuti agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam



    Wajib bagi Ahlul Kitab untuk mengikuti agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Islam. Adapun agama selain agamanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak dianggap agama Islam. Karena sudah dimansukh dan habis waktunya. Dan semua penduduk dunia diperintah untuk mengikuti Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.



    Orang yang meninggal di atas agama selain Islam



    Orang yang meninggal di atas agama selain agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka dia termasuk dari penduduk api neraka. Karena Allah Ta’ala berfirman:



    …فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ



    “Tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 85)



    Dan Allah juga berfirman dalam surah Al-Maidah ayat yang ke-72:



    …إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ



    “Sesungguhnya siapa saja yang menyekutukan Allah, maka Allah haramkan atasnya surga, tempatnya di neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 72)



    Dan Allah berfirman tentang api neraka di dalam surah Al-Baqarah ayat 24:



    …أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ



    “Neraka itu sudah disiapkan untuk orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah[2]: 24)



    Maka barangsiapa yang menginginkan keselamatan di akhi...
    29 min
  • Mengenal Allah dengan Pengenalan Yang Khusus

    Mengenal Allah dengan Pengenalan Yang Khusus adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Al-Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 14 Safar 1445 H / 31 Agustus  2023 M.







    Ceramah Agama Islam Tentang Mengenal Allah dengan Pengenalan Yang Khusus



    Mengenal Allah ada dua macamnya:



    Mengenal Allah Secara Fitrah



    Yang pertama yaitu mengenal yang sifatnya sekedar menetapkan Allah adalah pencipta, sekedar mengakui rububiyah Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, pengatur alam semesta. Ini adalah pengenalan terhadap Allah yang semua manusia mengakuinya (baik yang taat maupun durhaka, baik yang shalih maupun tidak shalih, mukmin maupun kafir).



    Ini yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an:



    وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ …



    “Kalau kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapa yang menciptakan diri-diri mereka?’, mereka akan mengatakan: ‘Allah’…” (QS. Az-Zukhruf[43]: 87)



    وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ…



    “Kalau kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapa yang menciptakan langit dan bumi?’, mereka akan mengatakan: ‘Allah”…” (QS. Az-Zumar[39]: 38)



    Sampai para ulama menjelaskan sewaktu Fira’un mengaku sebagai Tuhan, pengakuan ini bukan bersumber dari hatinya. Karena dalam hatinya dia mengakui tentang penciptaan dan pengaturan alam semesta ini hanya satu-satunya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itu yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an



    وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ…



    “Mereka menolak (bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Kuasa melakukan pengaturan alam semesta) padahal jiwa-jiwa mereka meyakininya, ini karena kedzaliman dan kesombongan…” (QS. An-Naml[27]: 14)



    Makanya pengetahuan yang ini belum cukup. Karena ini adalah fitrah dalam hati manusia. Dari sinilah para ulama menjelaskan bahwa ketika menafsirkan kalimat Laa Ilaaha Illallah yang benar maknanya adalah “Tidak ada yang disembah dengan benar selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Kalau diartikan “Tidak ada Tuhan (pencipta/pengatur alam semesta/yang mematikan/menghidupkan/pemberi rezeki) selain Allah.” Ini meskipun benar secara asal maknanya, tetapi ini bukanlah makna Laa Ilaaha Illallah. Karena setelah kita menetapkan tidak ada pencipta/pelindung/pengatur/pemberi rezeki, harusnya mengandung konsekuensi setelah itu kita beribadah kepada Allah semata-mata, tidak menyembah/menggantungkan diri/bersandar/meminta dan semua ibadah lahir dan batin kecuali hanya kepada Allah.



    Makna (Tidak ada Tuhan selain Allah) bukan berarti disalahkan dari segi maknanya, tapi tidak cukup hanya mengakui rububiyah Allah. Karena ini diakui oleh orang-orang musyrik, namun ternyata hal itu tidak memasukkan mereka ke dalam Islam. Yang mereka ingkari menetapkan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata.



    1 hr 1 min
  • Tidak Bermanfaat Harta dan Anak-Anak Orang Kafir – Tafsir Surah Ali Imran 10

    Tidak Bermanfaat Harta dan Anak-Anak Orang Kafir – Tafsir Surah Ali Imran 10 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 12 Safar 1445 H / 29 Agustus 2023 M.



    .







    Download kajian sebelumnya: Ayat-Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat – Tafsir Surah Ali Imran 7



    Tidak Bermanfaat Harta dan Anak-Anak Orang Kafir – Tafsir Surah Ali Imran 10



    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:



    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ ‎﴿١٠﴾‏ كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ ‎﴿١١﴾



    “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, tidak bermanfaat untuk mereka harta dan tidak pula anak-anak mereka, dari adzab Allah sedikitpun juga. Dan mereka itulah bahan bakar api neraka, (keadaan mereka) adalah seperti halnya keadaan Fir’aun dan orang-orang sebelum mereka; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; maka Allah berikan kepada mereka adzab disebabkan oleh dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksaNya.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 10-11)



    Dari ayat ini kita ambil faedah:



    Tidak bermanfaat harta dan anak-anak orang kafir



    Orang-orang kafir itu tidak bermanfaat sama sekali harta dan anak-anak mereka, sebanyak apapun itu, tidak akan menolong mereka dari adzab Allah sedikitpun juga. Karena yang bisa menyelamatkan kita dari adzab Allah hanya iman dan amal, bukan dengan kekayaan atau kedudukan. Sama sekali tidak.



    Harta dan anak-anak orang beriman memberi manfaat



    Sebaliknya, orang-orang yang beriman bisa mengambil manfaat dari harta dan anak-anak. Karena orang kafir tidak bermanfaat harta dan anak-anak mereka, makanya pemahaman kebalikannya adalah bahwa harta dan anak-anak orang yang beriman bermanfaat nanti di hari kiamat.



    Seorang mukmin bersedekah dengan hartanya, maka ia bisa mengambil manfaat dari situ. Anaknya mendoakan orang tuanya, itupun menjadi manfaat untuknya. Tapi ini hanya untuk orang yang beriman saja. Adapun orang kafir tidak.



    Makanya, Subhanallah, betapa bahagianya orang-orang yang diberikan oleh Allah keimanan. Karena beriman kepada Allah, semua yang kita infakkan menjadi pahala selama ikhlas. Tapi orang kafir, walaupun ikhlas, tetap tidak diberikan pahala karena kekafiran mereka.



    Walaupun Allah Maha Adil, orang kafir yang berbuat baik Allah berikan balasan di dunia saja. Adapun di akhirat tidak dikasih balasan apapun juga, yang ada adalah api neraka. Na’udzubillah..



    Kekuasaan Allah sangat sempurna



    Penjelasan akan kekuasaan Allah yang sangat sempurna, dimana harta dan anak-anak sama sekali tidak bisa menyelamatkan dari adzab Allah sedikitpun.



    Berbeda dengan selain Allah. Selain Allah maka harta bisa bermanfaat untuknya. Misalnya kita berikan sedikit harta supaya kita bisa selamat dari kejahatannya. Tapi kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak bisa. Hanya keimanan yang bermanfaat nanti di hari kiamat.



    Motivasi untuk orang beriman



    40 min

About Radio Rodja 756 AM

From the publisher's feed

Menebar Cahaya Sunnah