Khutbah Jumat: Beramal Shalih Untuk Menghadapi Fitnah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 6 Rabi’ul Awal 1445 H / 22 September 2023 M.
Khutbah Jumat: Beramal Shalih Untuk Menghadapi Fitnah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
بادروا بالأعمالِ فتَنًا كقطعِ اللَّيلِ المظلمِ ، يصبحُ الرَّجلُ مؤمنًا ويمسي كافرًا ، ويمسي مؤمنًا ويصبحُ كافرًا يبيعُ أحدُهم دينَهُ بعرضٍ منَ الدُّنيا
“Bersegeralah kalian beramal, sebelum munculnya fitnah-fitnah bagaikan bagian malam yang kelam. Di waktu pagi seseorang masih mukmin, di waktu sore dia sudah kafir, di waktu sore ia masih mukmin, di waktu pagi ia sudah kafir. Ia jual agamanya hanya untuk mendapatkan sedikit dari keuntungan dunia.” (HR. Muslim)
Fitnahnya, saudaraku.. sesuatu yang bisa merusak keimanan seorang hamba. Fitnah syubhat berupa pemikiran yang menyesatkan, fitnah syahwat sangat identik dengan kemaksiatan, menjadikan agama seorang hamba luluh lantak, menjadikan keimanan seorang hamba menjadi hancur dan rusak, menjadikan kita semakin jauh dari Allah ‘Azza wa Jalla.
Berapa banyak fitnah itu, kita lihat di zaman ini. Bahkan, inilah zaman yang penuh dengan fitnah. Terkadang kita lihat seseorang, dia diatas keimanan, lalu ia terhempas dengan fitnah itu, kemudian ia pun berubah. Terkadang, seorang yang kita lihat masyaAllah, dia istiqamah diatas iman dan Islam, ternyata terhempas oleh syubhat-syubhat, sehingga kemudian berubahlah akal pikirannya dan manhajnya.
Maka sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kepada kita bimbingan dalam hadits ini. Beliau bersabda, “Bersegeralah beramal shalih.” Ini menunjukkan bahwa dimasa yang penuh fitnah, hendaknya kita sibukkan diri kita untuk beramal shalih.
Dalam hadits lain, suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun dari tidurnya, lalu Beliau bersabda:
سُبْحَانَ اللهِ، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتْنَةِ، مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ، مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُـرَاتِ، يَا رُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Subhanallaah, fitnah apa yang Allah turunkan di malam ini dan perbendaharaan apa yang Allah turunkan di malam ini? Siapakah yang mau membangunkan pemilik-pemilik kamar itu? Wahai kaum, berapa banyak orang yang berpakaian di dunia ternyata ia telanjang pada hari Kiamat kelak.” (HR. Bukhari)
Al-Hafidz Ibnu Hajar ketika mensyarah hadits ini mengambil sebuah faidah, bahwa dimasa fitnah hendaknya kita sibukkan untuk banyak bertaqarrub kepada Allah, banyak beribadah kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah, karena amalan itu menguatkan hati-hati kita. Taqarrub kita kepada Allah berupa dzikir, shalat, puasa, dan yang lainnya, menguatkan hati, sehingga hati kita –bi’idznillah– selamat dari fitnah.
Adapun kemudian, kita sibukkan hati kita dengan memikirkan dunia, dengan mengikuti berita-berita viral, dan yang lainnya, sungguh tidak aman hati kita dari fitnah. Apalagi kita sibukkan dengan melihat media sosial, melihat berita-berita, atau mengikuti YouTube, dan yang lainnya. Di sana, ternyata banyak sekali fitnah syahwat dan fitnah syubhat. Kita buka hati kita untuk setiap syubhat yang masuk, sehingga hati kita bagaikan tong sampah, semua masuk dari sampah-sampah yang bisa merusak hati kita. Seorang mukmin,