Khutbah Jumat: Memperbanyak Dzikir Di Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 04 Dzulhijjah 1444 H / 23 Juni 2023 M.
Khutbah Jumat: Memperbanyak Dzikir Di Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Kita berada dalam hari-hari yang paling dicintai oleh Allah untuk beramal shalih. Hari-hari ini sangat agung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sungguh amalan-amalan shalih yang kita lakukan di hari-hari ini sangat dicintai Allah. Sebagai seorang mukmin, kita harus memanfaatkan hari-hari ini untuk beramal shalih dan memperbanyak ketaatan kepada Allah. Amalan-amalan shalih yang kita lakukan di hari-hari ini sangat dicintai oleh Allah.
Salah satu amalan yang sangat ditekankan adalah memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid.
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintaiNya untuk beramal shalih daripada sepuluh hari ini. Maka, perbanyaklah oleh kalian bertahlil, bertakbir dan bertahmid.” (HR. Ahmad)
Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya bahwa Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, mereka pergi ke pasar pada tanggal 1 bulan Dzulhijjah dan mereka berdua bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir bersama mereka. Mereka sengaja pergi ke pasar untuk bertakbir, bukan untuk belanja.
Sampai-sampai takbirnya manusia pada saat itu bagaikan gemuruh gelombang. Ini karena mereka berusaha untuk melaksanakan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk memperbanyak takbir, tahmid dan tahlil, mengucapkan:
اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْد
Namun, banyak di antara kita yang lisannya kelu dan malu untuk mengucapkan itu. Padahal, itu merupakan amalan besar di sisi Allah. Ulama tafsir menafsirkan firman Allah:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ
“Dan mereka hendaklah berdzikir kepadaNya di hari-hari yang telah diketahui (yaitu di 10 awal bulan Dzulhijjah).” (QS. Al-Hajj[22]: 28)
Maka, mari jadikan lisan kita di hari-hari ini mengucapkan takbir membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Besar Allah dengan lisan dan hati kita. Orang yang membesarkan Allah dengan lisannya akan mengagungkan syariat Allah dan perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Semua kita mampu untuk bertakbir, bertahlil, dan bertahmid. Amalan ini ringan di lisan kita namun pahalanya sangat besar di sisi Allah, terutama di hari-hari ini.
Memperbanyak Shalat
Selain itu, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak beramal shalih, seperti shalat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
اعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ
“Ketahuilah, sebaik-baik amal kalian adalah shalat.” (HR. Ahmad)
Ketika seorang hamba berusaha memperbanyak shalat, yaitu shalat lima waktu, kemudian dia menjaga shalat-shalat rawatibnya, kemudian shalat-shalat sunnah yang lainnya, sungguh ia mendapatkan pahala besar di hari-hari ini, saudaraku.
Mari kita manfaatkan kesempatan di hari-hari ini untuk banyak beramal shalih. Jangan kita membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Ingatlah bahwa perbuatan dosa di hari-hari ini juga menjadi besar di sisi Allah. Sebagaimana halnya amalan yang sangat dicintai olehNya, perbuatan dosa dihari-hari ini sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.