Khutbah Jumat: Menjaga Hati ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 9 Ramadhan 1444 H / 31 Maret 2023 M.
Khutbah Jumat: Menjaga Hati
Organ tubuh kita yang wajib kita jaga adalah hati kita, setiap mukmin wajib menjaga hatinya karena keselamatan ia di akhirat nanti tergantung kepada hatinya.
Allah Ta’ala berfirman:
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ۞ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ
“Pada hari tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali orang yang datang kepada Allah membawa hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 88-89)
Selamat dari syahawat, selamat dari syubuhat, penyakit-penyakit yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam api Neraka.
Ummatal Islam.
Menyelamatkan hati tiada lain adalah dengan cara menjauhi hal-hal yang bisa merusak hati, di antara perkara yang bisa merusak hati adalah mata kita yang kita lepas kepada sesuatu yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Mata adalah jendela hati kita.
Allah Ta’ala menyuruh kita untuk menundukkan pandangan.
Allah berfirman:
قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ
“Katakan kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka.” (QS. An-Nur[24]: 30)
Allah berfirman:
وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ
“Dan katakan kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dan menjaga kemaluan-kemaluan mereka.” (QS. An-Nur[24]: 31)
Karena ketika seseorang melepaskan pandangannya kepada sesuatu yang diharamkan oleh Allah, sungguh itu akan berpengaruh kepada hatinya, hatinya menjadi keruh bahkan kemudian menjadi hitam dan kelam.
Ketika seseorang tidak peduli dengan apa yang ia lihat, bahkan ia mengikuti syahawat dan hawa nafsunya untuk melihat sesuatu yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka saat itu, Allah cabut cahaya di hatinya, sehingga kemudian ia pun tidak diberikan oleh Allah kemampuan untuk memahami Al-Qur’an dengan lurus, tidak pula ia memahami Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Sehingga ia pun dijadikan oleh Allah sulit untuk menghapal Al-Qur’an, menghapal Sunnah, menghapal Ilmu. Demikian pula untuk memahaminya, akibat daripada matanya yang tidak dijaga.
Kalau pun ia hapal Al-Qur’an, Allah cabut kelezatan Al-Qur’an dari hatinya, kalau ia pun hapal Al-Qur’an, Allah jadikan ia pun tidak memahami dan tidak akan keinginan untuk memahaminya, karena hatinya telah kotor. Sedangkan Al-Qur’an cocok untuk hati yang bening dan bersih.
Ummatal Islam.
Menjaga mata adalah merupakan perkara penjagaan yang harus kita lakukan. Karena kata Ibnul Qayyim, ia merupakan jendela hati, dari mata itulah muncul pikiran. Ketika seseorang melihat sesuatu ia akan berpikir dan berpikir. Dan pikiran itulah yang akan menjadikan sesuatu itu berubah menjadi niat.
Lihatlah! ketika kita melihat sesuatu yang menyebabkan kita ingat Allah.
Kita akan muncul niat untuk bertaqarrub kepada Allah, tapi ketika kita melihat sesuatu yang memalingkan kita dari Allah, melihat yang diharamkan oleh Allah. Muncul niat-niat untuk berbuat keharaman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sehingga, orang yang ingin memelihara hati dan niatnya, penting sekali dia untuk memelihara matanya, sehingga dengan memelihara mata Allah berikan kepada dia kebeningan hati.
Kebeningan hati itulah yang menyebabkan hati kita, iman kita terjaga di hati kita.