Siniar Salihara

Siniar Salihara

By Komunitas Salihara Arts CenterArts
Download on the App Store

Siniar Salihara episodes

  • Publik dan Pameran Besar Seni Rupa

    Munculnya banyak seniman baru di dalam negeri, baik dari jalur akademi seni maupun dari jalur di luarnya dan tersambungnya medan seni rupa dalam negeri dengan medan seni rupa internasional. Fenomena tersebut kemudian memunculkan sejumlah 'biennale' atau pameran-pameran besar di Jakarta, Yogyakarta dan kota-kota lain (di Jawa dan luar Jawa). Ade Darmawan dan Agung Hujatnikajennong, bersama moderator Gesyada Siregar dalam “Ngomong-ngomong Soal: Publik dan Pameran Besar Seni Rupa”, membahas bagaimana para penggagas dan penyelenggara 'biennale' memperhitungkan selera publik dan menghubungkannya dengan produksi kebaruan ('production of novelty') dalam seni rupa.

    Program ini didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI jakarta melalui Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
    Musik oleh Sri Hanuraga.
    --
    𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐒𝐨𝐬𝐢𝐚𝐥
    Twitter: https://www.twitter.com/salihara
    Instagram: https://www.instagram.com/komunitas_salihara
    TikTok: https://www.tiktok.com/@komunitas_salihara
    https://salihara.org
    #salihara #senidanruangpublik #podcast #SeniRupa

    1 hr 18 min
  • Silang Sengkarut Seni dan Lingkungan

    Pencemaran udara, air, tanah, perampasan ruang-ruang publik demi komersialisasi, penebangan hutan, dan berjangkitnya penyakit yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Dalam kondisi tersebut, bagaimana hubungan antara seni dan masyarakat, terutama pada bagaimana kesenian atau produk seni menimbulkan kesadaran baru terhadap perawatan dan penyelamatan lingkungan? Bersama moderator Zen Hae dan narasumber Saras Dewi dan Teguh Ostenrik, membahas bagaimana dari sisi kesenian berkolaborasi dan peduli terhadap fenomena lingkungan dalam “Ngomong-ngomong Soal: Silang Sengkarut Seni dan Lingkungan”. 

    Program ini didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI jakarta melalui Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

    Musik oleh Sri Hanuraga.


    Ikuti terus Siniar Salihara untuk mendengarkan episode terbaru musim ini. 


    1 hr 7 min
  • Kelembagaan dalam Seni Rupa

    Seni rupa di Indonesia tidak lepas dari hadirnya museum sebagai cerminan dari perkembangan kebudayaan bangsa kita, seperti Museum Nasional dan Galeri Nasional. Museum-museum tersebut layaknya Perpustakaan Nasional, Istana Negara, Arsip Nasional, dan lain sebagainya, adalah simbol-simbol utama bagi sebuah negara. Kini, hadir Museum Cagar Budaya sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi ruang-ruang pamer yang dapat membantu pemasukan negara. Bersama moderator Ibrahim Soetomo dan narasumber Ricky Pesik dan Asmudjo Jono Irianto, akan membahas peran MCB dan bagaimana komitmennya terhadap dunia seni rupa Indonesia dalam perbincangan “Ngomong-ngomong Soal: Kelembagaan dalam Seni Rupa”.

    Ikuti terus Siniar Salihara untuk mendengarkan episode terbaru musim ini.
    Program ini didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI jakarta melalui Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
    Musik oleh Sri Hanuraga.

    1 hr 21 min
  • Relief Era Bung Karno

    Sukarno dikenal sebagai salah satu Presiden Indonesia yang memiliki perhatian pada karya seni. Pada masanya, ia mengoleksi lukisan dan patung di Istana Negara. Tak hanya itu, ia juga memperkenalkan ragam kesenian lain, seperti mozaik keramik, mural, dan relief. Relief pada era Sukarno memiliki kedudukan yang unik, ia diciptakan untuk mencerminkan semangat Indonesia yang baru. Relief hadir di konteks ruang publik yang cukup spesifik, seperti di hotel, ruang VIP bandara, dan di pusat perbelanjaan. Seiring berjalannya waktu, beberapa relief tersebut terbengkalai. Bersama moderator Ibrahim Soetomo dan narasumber Asikin Hasan dan Bambang Eryudhawan, Siniar Salihara hadir dengan perbincangan “Ngomong-ngomong Soal: Relief Era Bung Karno”.


    Ikuti terus Siniar Salihara untuk mendengarkan episode terbaru musim ini. Program ini didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI jakarta melalui Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

    Musik oleh Sri Hanuraga.

    1 hr 2 min
  • (Segera Tayang) Ngomong-Ngomong Soal: Seni dan Ruang

    Di musim ini, Siniar Salihara (dipandu oleh beberapa host ) akan berbincang dengan sejumlah pembicara mengenai seni dan ruang publik.


    Seperti apa hubungan sekaligus tegangan antara seni dan masyarakat, antara produk seni dan penikmatnya? Dengarkan episode pertama yang akan rilis pada Rabu, 03 Juli 2024.


    Siniar Salihara dapat didengar melalui Spotify, Apple Podcast dan NOICE, serta dapat ditonton di kanal YouTube Komunitas Salihara.

    1 min
  • Imajinasi, Manipulasi dan Ilusi dalam Rupa Digital bersama Bob Edrian

    Hubungan antara teknologi digital dengan seni rupa sebetulnya bukanlah hal yang baru. Hubungan tersebut juga tidak lepas dari beberapa aspek yang memengaruhi pemutakhiran teknologi dalam kehidupan sehari-hari kita. Melalui prinsip kerja ini dan semakin canggihnya teknologi digital yang bisa kita gunakan untuk mencipta atau mengapresiasi, adakah perubahan dalam cara kita memandang seni? Dan bagaimana relasi antara seniman, teknologi, karya, dan audiensnya? Dalam episode terakhir Siniar Salihara musim keempat, Rebecca Kezia bersama narasumber Bob Edrian akan membahas hubungan antara teknologi digital dengan seni rupa dalam “Ngomong-ngomong Soal: Imajinasi, Manipulasi dan Ilusi dalam Rupa Digital”. 


    Musik oleh Sri Hanuraga.



    1 hr 4 min
  • Reformasi Ilmu dalam Budaya Digital bersama Fadjar Ibnu Thufail

    Hampir semua aspek kehidupan manusia dipengaruhi oleh teknologi digital serta mengubah cara bertindak dan cara berinteraksi kita dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, pengaruh teknologi digital masuk dalam salah satu cabang ilmu pengetahuan yaitu humaniora, yang mempertanyakan kembali tentang manusia dan sekitarnya. Tapi, bagaimana posisi manusia ketika teknologi digital telah masuk dalam ilmu humaniora? Apakah ada yang berubah dan apakah perubahan ini memperkaya cara pandang kita dalam memaknai kehidupan? Bersama host Rebecca Kezia dan narasumber Fadjar Ibnu Thufail akan membahasnya dalam Siniar Salihara musim keempat episode pertama: “Ngomong-ngomong soal: Reformasi Ilmu dalam Budaya Digital”. 


    Musik oleh Sri Hanuraga.

    54 min
  • Puitika Mesin: Pedang Bermata Dua bersama Martin Suryajaya

    Sastra sebagai salah satu cabang penciptaan sebuah kesenian yang lekat dengan unsur kepengarangan seperti adanya konteks, sejarah, dan bentuk bahasa yang menjadi ekspresi pengarangnya, kini telah dimasuki oleh sesuatu yang lebih objektif melalui kerja teknologi digital seperti adanya perangkat kecerdasan atau AI. Namun, apa sebetulnya yang hendak ditawarkan melalui usaha atau eksperimen ini? Apakah hal ini dapat memperkaya pembacaan kita dalam mengapresiasi karya sastra? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dibahas pada Siniar Salihara musim keempat episode kedua bersama Rebecca Kezia dan narasumber Martin Suryajaya dalam “Ngomong-Ngomong Soal: Puitika Mesin: Pedang Bermata Dua”.

    Musik oleh Sri Hanuraga.


    52 min
  • (Segera tayang) Ngomong-Ngomong Soal: Intervensi Digital dalam Seni, Sastra dan Ilmu Pengetahuan.

    Di musim ini, Rebecca Kezia akan berbincang dengan sejumlah pembicara mengenai efek dari Humaniora Digital atau Digital Humanities terhadap posisi sentral manusia.

    Mengapa hal ini menjadi penting? Dengarkan episode pertamanya mulai Senin, 09 Oktober 2023. Episode terbaru tayang setiap Senin.
    Siniar Salihara dapat didengar melalui Spotify, Apple Podcast dan NOICE, serta dapat ditonton di kanal YouTube Komunitas Salihara.

    1 min
  • Toeti Heraty: Manifesto, Filsafat, dan Puisi

    Toeti Heraty adalah penyair perempuan yang mulai muncul pada awal 1960-an. Ia pembelajar sekaligus doktor filsafat. Toeti juga menyatakan pemikirannya dalam tulisan-tulisan non-fiksi dan ia pun mendirikan "Jurnal Perempuan" dan jurnal budaya dan filsafat "Mitra". Jika para penyair laki-laki sebelumnya kelewat banyak mengandalkan keharuan dan ilham dalam penulisan puisi, pada puisi Toeti Heraty mulai muncul siasat untuk membunyikan perenungan atau meditasi intelektual, yang kemudian membuat puisi-puisinya terasa lebih diskursif daripada liris dan dipenuhi pernyataan feminisme. Bersama host Ibrahim Soetomo dan narasumber Avianti Armand, Siniar Salihara musim ketiga hadir dengan “Ngomong-Ngomong Soal Toeti Heraty: Manifesto, Filsafat, dan Puisi”. 


    Musim ketiga Siniar Salihara hadir dengan topik "Perempuan Penulis". Musik oleh Sri Hanuraga.


    36 min

About Siniar Salihara

From the publisher's feed

Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni.…