Siniar Salihara

Siniar Salihara

By Komunitas Salihara Arts CenterArts
Download on the App Store

Siniar Salihara episodes

  • Nh. Dini dan Dunia Perempuan bersama Ayu Utami dan Rebecca Kezia

    Bagaimana Nh. Dini menyampaikan gagasan tentang keperempuanan di dalam karya sastra? Episode ini berisi percakapan Rebecca Kezia dengan Ayu Utami tentang peran Nh. Dini dalam gelanggang sastra Indonesia pada masa 1950-an dan sesudahnya. Episode ini dibuka dengan pembacaan petikan "Namaku Hiroko", novel karya Nh. Dini oleh Rifqi Akbar (Kelas Akting Salihara).

    34 min
  • Kiri dan Kanan; Seni dan Politik bersama Alexander Supartono

    Bagaimana mulanya perpecahan orientasi sastra dan kesenian dari generasi sastrawan Indonesia setelah Kemerdekaan? Episode podcast kali ini berisi perbincangan bersama Zen Hae (sastrawan) dan Alexander Supartono (sejarawan seni) tentang situasi kesusastraan di Indonesia sepanjang 1950 sampai 1960-an, ketika terjadi polarisasi antara seniman yang bekerja dengan pedoman realisme sosialis dan humanisme universal. Episode kali ini dibuka dengan pembacaan “Afair Manikebu, 1963-1964” karya Goenawan Mohamad oleh Rifqi Akbar (Kelas Akting Salihara).

    39 min
  • Pramoedya, Realisme, Revolusi bersama Dhianita Kusuma Pertiwi

    Bagaimana kemunculan Pramoedya Ananta Toer sebagai pengarang pada masa Revolusi? Bersama Ayu Utami dan Dhianita Kusuma Pertiwi, kita akan mendengar percakapan tentang peran dan kiprah Pramoedya dalam pusaran sastra dan politik Indonesia masa 1950 dan sesudahnya. Podcast dibuka dengan pembacaan cerita pendek “Gado-gado” karya Pramoedya Ananta Toer oleh Rafika Intania (Kelas Akting Salihara).

    29 min
  • Sastra Indonesia 1950-an dan Warna Lokal bersama Martin Suryajaya

    Bagaimana perkembangan kesusastraan Indonesia setelah kematian Chairil Anwar? Apa benar orientasi kepada “budaya dunia” berakhir dan berganti dengan orientasi kepada “kampung halaman”? Bersama Zen Hae dan Martin Suryajaya kita akan mendengar percakapan tentang sastra Indonesia pada era 1950-an. 'Podcast' dimulai dengan pembacaan sajak “Balada Terbunuhnya Atmo Karpo” karya W.S. Rendra dan “Priangan Si Jelita” karya Ramadhan K.H. oleh Rafika Intania (Kelas Akting Salihara).

    30 min
  • Surat Kepercayaan Gelanggang dan Budaya Dunia

    Bagaimana perkumpulan Gelanggang Seniman Merdeka merumuskan Surat Kepercayaan Gelanggang? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “budaya dunia” dalam pernyataan yang muncul pada tahun 1950 itu? Di dalam ‘podcast’ ini Zen Hae dan Nirwan Dewanto, dua sastrawan Indonesia, bercakap-cakap tentang sikap dan pandangan kebudayaan dari perkumpulan Gelanggang Seniman Merdeka atau yang kemudian lebih dikenal sebagai Angkatan 45. ‘Podcast’ ini dimulai dengan pembacaan Surat Kepercayaan Gelanggang oleh Arief Sufyan (Kelas Akting Salihara).

    27 min
  • Jassin sang Penjaga Sastra Indonesia bersama Goenawan Mohamad

    H.B Jassin dikenal sebagai kritikus sastra terkemuka yang menghidupkan ekspresi dalam sastra melalui kritik. Bersama Goenawan Mohamad (sastrawan) dan Ayu Utami (sastrawan), episode kali ini membahas peran H.B Jassin dalam khazanah sastra Indonesia modern dan warisannya bagi generasi sastra yang lebih kemudian. Sebelum itu simak juga pembacaan salah satu surat dari "Kumpulan Surat-Surat H.B Jassin 1943-1983" oleh Arief Sufyan (Kelas Akting Salihara).

    37 min
  • Sastra Sufi di Indonesia, Suatu Kali bersama Aprinus

    Tema-tema sufistik bisa dibaca dalam karya-karya Melayu klasik. Adapun dalam sastra Indonesia modern, tema ini kembali diminati oleh sejumlah sastrawan, khususnya sepanjang 1970-1980-an. Kenapa tema ini kembali muncul? Spesial menyambut Literature and Ideas Festival (LIFEs) 2021: “Arab Asyiq”, simak obrolan Aprinus Salam (peneliti dan penulis) bersama Cep Subhan KM (kurator tamu LIFEs 2021) tentang fenomena sastra sufistik di Indonesia. Simak juga pembacaan petikan cerpen “Rintrik” karya Danarto oleh Marsha Habib (Kelas Akting Salihara).

    35 min
  • Islam Populer dalam Sastra: Kasus FLP bersama Faruk H.T.

    Bagaimana ekosistem dan ekspresi keislaman muncul dalam karya sastra populer di Indonesia? Spesial menyambut Literature and Ideas Festival (LIFEs) 2021: “Arab Asyiq”, mari kita dengarkan diskusi Faruk H.T. (sastrawan) dan Cep Subhan KM (kurator tamu LIFEs 2021) yang membahas geliat para penulis Forum Lingkar Pena (FLP). Episode ini mengupas bagaimana FLP menjalin relasi komunitas, berkarya dan menumbuhkan watak didaktisme Islam dalam sastra Indonesia modern. Sebelum itu, simak petikan cerpen “Ketika Mas Gagah Pergi” karya Helvy Tiana Rosa oleh Marsha Habib (Kelas Akting Salihara).

    32 min
  • Dinamika Sastra Arab di Pesantren Hari Ini bersama Hairus Salim

    Di lingkungan pesantren, bagaimana sastra Arab diserap ke dalam kepenulisan sastra berbahasa Indonesia? Di edisi spesial menyambut Literature and Ideas Festival (LIFEs) 2021: “Arab Asyiq”, mari kita simak obrolan menarik antara Hairus Salim (antropolog dan penulis) dan Cep Subhan KM (kurator tamu LIFEs 2021). Mereka membahas perkembangan hingga pengaruh sastra Arab di dalam lingkungan pesantren. Episode ini diawali dengan pembacaan novel "Alkudus" karya Asef Saeful Anwar oleh Marsha Habib (Kelas Akting Salihara).

    30 min
  • Djamil Suherman dan Sastra Pesantren bersama Raedu Basha

    Djamil Suherman menawarkan karya-karya yang mengangkat tentang kehidupan Islam di Jawa Timur, terutama lingkungan pesantren. Dunia pesantren yang ia tulis pun sangat khas dan hampir tidak ditawarkan oleh penulis sebelumnya karena sifat estetik dan kritisnya. Di podcast edisi spesial menyambut Literature and Idea Festival (LIFEs) 2021: “Arab Asyiq” ini ada Raedu Basha (sastrawan) dan Hamzah Muhammad (kurator tamu LIFEs 2021) yang membahas seputar Djamil Suherman dan karya-karyanya. Podcast dibuka dengan pembacaan petikan karya Djamil Suherman, “Main Gambus”, oleh Aziz Azthar (Kelas Akting Salihara).

    28 min

About Siniar Salihara

From the publisher's feed

Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni.…