Sign up to save your podcastsEmail addressPasswordRegisterOrContinue with GoogleAlready have an account? Log in here.
Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni. Ku... more
FAQs about Siniar Salihara:How many episodes does Siniar Salihara have?The podcast currently has 101 episodes available.
June 13, 2022Belok Kiri, Turun ke BawahPertentangan ideologi antara seniman Lekra dan Manifes Kebudayaan memanas sepanjang dasawarsa 1950 sampai 1960-an. Ada kecurigaan bahwa pembahasan Manifes Kebudayaan dan Lekra, sebenarnya terlalu sempit dan diarahkan hanya sebatas komunis dan anti komunis. Kenapa polemik ini terjadi? Apa sebenarnya cikal bakal perseteruan di antara keduanya dan siapa saja yang terlibat? Ikuti perbincangan Ibrahim Soetomo dan Zen Hae dalam "Ngomong-Ngomong Soal Polemik Kebudayaan: Belok Kiri Turun ke Bawah".Musik oleh Sri Hanuraga....more52minPlay
June 06, 2022Polemik Kebudayaan: Barat Kena Timur KenaSilang pendapat dalam menentukan orientasi kebudayaan Indonesia bisa dilihat sebagai satu cetusan angkatan 𝘗𝘰𝘦𝘥𝘫𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘉𝘢𝘳𝘰𝘦. Sutan Takdir Alisjahbana hadir dengan pandangan Barat dan Sanusi Pane hadir dengan pandangan Timur. Masih pentingkah membayangkan Indonesia yang melihat ke barat atau timur? Adakah temuan Indonesia yang seutuhnya hari ini? Ikuti perbincangan Ibrahim Soetomo dan Nirwan Dewanto tentang salah satu polemik penting dalam sejarah pemikiran di Indonesia.Musik oleh Sri Hanuraga...more49minPlay
March 07, 2022Membaca Goenawan Mohamad: Mendengar Musik, Menulis PuisiDi masa mudanya, Goenawan Mohamad suka mendengarkan musik bernuansa jazz. Salah satunya adalah Billie Holiday, pelantun lagu mengenai persekusi yang dialami oleh masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat. Apa pengaruhnya ke sajak-sajak Goenawan Mohamad? Ayu Utami dan Yulius Tandyanto akan berbincang tentang kegemaran musik dan pengaruhnya ke dalam karya-karya Goenawan Mohamad. Di ‘podcast’ ini kita juga bisa mendengar musikalisasi puisi “Kwatrin tentang Sebuah Poci” dan “Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi” karya Goenawan Mohamad.Podcast ini adalah bagian dari acara Art Camp: Membaca Goenawan Mohamad yang akan dilaksanakan pada 25-27 Maret 2022. Informasi selengkapnya kunjungi www.tiket.salihara.org...more13minPlay
March 01, 2022Membaca Goenawan Mohamad: Hidup Bahagia bersama FilsafatGM muda memilih kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia karena, pada masanya, itu satu-satunya yang menyediakan mata kuliah filsafat (dengan dosen Romo Driyarkara, SJ). Sejak muda, GM punya kecenderungan pada filsafat tertentu, yaitu yang mengutamakan pengalaman ketimbang rumusan. Bagaimana itu muncul dalam karyanya?Podcast ini adalah bagian dari acara "Art Camp: Membaca Goenawan Mohamad" yang akan dilaksanakan pada 25-27 Maret 2022. Informasi selengkapnya kunjungi www.tiket.salihara.org...more17minPlay
February 21, 2022Membaca Goenawan Mohamad: Sastra dalam JurnalistikBagi generasi Ayu dan Yulius, jasa GM adalah membawa sastra ke dalam jurnalisme. Pada masa itu, pers masih berpretensi untuk obyektif, meliput kedua pihak dan berjarak. Sambil mempertahankan kode etik pers, GM berhasil memasukkan pengalaman subyektif dan kedalaman perenungan, terutama melalui Catatan Pinggir. Bagaimana “Caping” menginspirasi generasi Ayu dan Yulius? Podcast ini adalah bagian dari acara "Art Camp: Membaca Goenawan Mohamad" yang akan dilaksanakan pada 25-27 Maret 2022. Informasi selengkapnya kunjungi www.tiket.salihara.org...more10minPlay
February 15, 2022Membaca Goenawan Mohamad: Yang Tersirat dalam Polemik IdeologiSelepas perang dunia, Perang Dingin melanda. GM muda menolak pemaksaan seni sebagai alat politik, seperti digariskan dalam realisme sosialis. Ia termasuk penandatangan Manifes Kebudayaan, yang kemudian diganyang oleh Lekra. Tapi, puisi GM tahun 60-an ternyata juga menunjukkan solidaritas pada kaum buruh. Apa bedanya dengan realisme sosialis?Podcast ini adalah bagian dari acara "Art Camp: Membaca Goenawan Mohamad" yang akan dilaksanakan pada 25-27 Maret 2022. Informasi selengkapnya kunjungi www.tiket.salihara.org...more10minPlay
February 04, 2022Menulis dengan Bakat atau Intelektualisme? (Pembacaan petilan esai “Bakat Alam dan Intelektualisme” karya Subagio Sastrowardoyo)“Bakat Alam dan Intelektualisme” adalah esai karya Subagio Sastrowardoyo yang melihat situasi dan perkembangan sastra pada akhir 1960-an. Ia membandingkan karya-karya sastra dari generasi dan majalah Horison dengan generasi dan majalah Kisah. Esai ini kemudian dimuat dalam buku berjudul sama yang terbit pada 1972. Petilan esai ini yang dibacakan oleh Sastiviani Cantika (Kelas Akting Salihara) melengkapi edisi ‘podcast’ "Horison dan Avantgardisme Sastra Indonesia"....more10minPlay
January 31, 2022Horison dan Avantgardisme Sastra Indonesia bersama Seno Gumira Ajidarma"Horison" adalah sebuah majalah yang berfokus memuat karya-karya sastra Indonesia. "Horison" berperan sebagai etalase sastra Indonesia modern sepanjang Orde Baru. Apa yang melatarbelakangi berdirinya "Horison"? Zen Hae dan Seno Gumira Ajidarma berbincang tentang apa yang membuat majalah "Horison" menjadi penting bagi pertumbuhan dan eksperimentasi sastra Indonesia...more28minPlay
January 23, 2022Hari-Hari yang Mencekam (Pembacaan Petilan “Bawuk” Karya Umar Kayam)“Bawuk” karya Umar Kayam adalah novelet yang diterbitkan pada tahun 1975. Karya ini hendak memahami peristiwa 1965 dari sisi yang lebih luas. Karya lebih lengkap dapat dibaca di buku Sri Sumarah atau Sri Sumarah dan Bawuk karya Umar Kayam. Karya ini dibacakan oleh Sastiviani Cantika (Kelas Akting Salihara). Pembacaan ini melengkapi edisi ‘podcast’ “Peristiwa 65 dalam Sastra Indonesia”....more5minPlay
January 17, 2022Peristiwa 65 dalam Sastra Indonesia bersama Soe Tjen MarchingTafsir dominan di dalam masyarakat perihal “Peristiwa 65” adalah yang selama ini dipropagandakan oleh pemerintah Orde Baru. Bagaimana sastra berperan menawarkan interpretasi tentang “Peristiwa 65”? Dalam episode ini Ayu Utami dan Soe Tjen Marching berbincang tentang bagaimana representasi “Peristiwa 65” dalam sastra Indonesia. Soe Tjen Marching adalah pengarang yang kerap mengangkat “Peristiwa 65” dalam karya-karyanya. Ia selalu memegang pernyataan bahwa “dalam fiksi kita menemukan kebenaran.”...more22minPlay
FAQs about Siniar Salihara:How many episodes does Siniar Salihara have?The podcast currently has 101 episodes available.