
Sign up to save your podcasts
Or


Dengan sadar prinsip kebaikan, bahwa ia adalah tentang orang lain dan bukan tentang diri sendiri, mudah-mudahan kita bisa selalu kesampingan kepentingan kita, dan sungguh melakukan sesuatu, karena kita tahu mereka butuh.
Ada sebuah periode sial dalam hidup. Hari, bulan, atau tahun di mana kesialan dan kejadian buruk menimpamu bertubi-tubi. Tidak apa-apa, terima saja. Nanti akan berlalu, asal kau kuat dan pegang terus harapan.
Sepi adalah sungai, tempat segala yang kita takuti, terpantul-pantul dalam cerminan permukaannya.
-
Teman-teman, silakan kunjungi @kata.puan untuk mengikuti tulisan-tulisan baru dan berinteraksi dengan kami.
Peribahasa tangan, begitu sederhana tapi menjelaskan banyak hal. Dengarkan bagaimana pemaknaannya menjalar dan meluas, masuk ke dalam relung hatimu yang terdalam, dan membuatmu belajar satu-dua hal tentang kehidupan.
Puisi ini ditulis dan dibacakan perdana dalam peresmian Perpustakaan Jakarta, merupakan hasil observasi saya tentang kota kelahiran dan oleh siapa saya dilahirkan, serta bagaimana keduanya itu saling silang membentuk saya.
Manusia hidup harus punya kebanggaan. Sesuatu yang menjaga rasa percaya dalam dirinya. Sesuatu yang juga jadi tonggak awal perjalanan panjangnya.
Menjadi versi terbaik diri, adalah menjadi pribadi yang pandai beradaptasi. Bukan karena kita palsu atau bermuka dua, tapi karena demikianlah kita dituntut oleh kebijaksanaan usia.
Ketahui bahwa kita ini unik dan istimewa. Tak ada satu pun yang bisa menggantikan kita. Jadi jiwamu, jangan khawatir. Sebab yang sepertimu, hanya ada satu.
Bukan salah laut yang besar hati, pertanyaannya harus lebih ditujukan ke diri kita sendiri. Pada satu tangkapan yang sama, sedalam apa syukur kita?
From the publisher's feed