Banyak pembicara menjadikan Matius 6:33 sebagai kiat atau cara atau metode untuk memperoleh berkat jasmani. Menyimpulkannya secara dangkal dan sederhana bahwa mencari Kerajaan Allah akan mendatangkan berkat jasmani. Mencari Kerajaan Allah diartikan sebagai rajin ke gereja dan memberi dukungan terhadap pelayanan gereja. Itulah sebabnya tidak sedikit orang bergereja hanya untuk mendapat “tambahannya,” yaitu pemenuhan kebutuhan jasmani. Pemahaman yang salah ini menyesatkan, sehingga banyak orang tidak menangkap makna orisinal ucapan Tuhan Yesus ini. Kesalahan ini telah berlangsung lama sekali, sehingga dampaknya adalah telah terbentuknya bangunan berpikir yang salah dalam hidup banyak orang Kristen. Kesalahan ini cukup berakibat fatal.
Untuk memahami makna orisinal ayat ini, harus terlebih dahulu melihat konteks di mana ayat ini terletak. Konteks ayat ini adalah perkataan Tuhan Yesus mengenai kekhawatiran. Tuhan mengajarkan agar orang percaya tidak boleh memiliki kekhawatiran negatif, sehingga usaha memenuhi kebutuhan jasmani mengalahkan atau melampaui panggilan untuk mengumpulkan harta di surga, mempertajam pengertian mengenal kebenaran, dan mengabdi kepada Tuhan (Mat. 6:19-24). Perkara makan dan minum tidak boleh menjadi hal utama, sehingga mengabaikan panggilan penting yang memiliki dampak kekal tersebut. Hal ini tidak boleh terjadi. Berkenaan dengan hal ini, di dalam Matius 6:32 terdapat pernyataan yang harus dipahami dengan benar, Tuhan berkata: “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.” Apa yang dicari mereka? Kehidupan mengenai hal jasmani dan kelangsungannya yang bersifat sementara. Sedangkan orang percaya harus memfokuskan diri pada obyek lain, yaitu Kerajaan Surga.
Kerajaan Surga memiliki pengertian bahwa pemerintahan Allah hari ini melalui Roh Kudus, dan perwujudannya secara fisik nanti di langit baru dan bumi yang baru. Jika fokus hidup orang percaya diarahkan pada kehidupan hari ini dan kelangsungannya, berarti ia tidak mengenal Allah dan bukan merupakan warga keluarga Kerajaan Allah. Di sini letak perbedaan mencolok antara orang percaya dan mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi kenyataannya, dalam lingkungan komunitas Kristen banyak yang belum mengenal Allah. Hal ini nampak sekali dari cara hidupnya yang tidak mendahulukan dan mencari Kerajaan Allah. Secara kulit atau kemasan luar, mereka orang percaya atau anak Bapa, tetapi di dalamnya mereka adalah orang yang tidak mengenal Allah.
Ada kata penting yang harus diperhatikan dalam Injil Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kata “carilah” dalam teks aslinya adalah zeteite (Ζητεῖτε), dari akar kata zeteo (ζητέω), yang berarti seek, look for, search for (mencari), investigate (menyelidiki), examine (memeriksa), consider (mempertimbangkan), deliberate (disengaja), somewhat removed from the idea of seeking: try to obtain (mencoba untuk mendapatkan), desire to possess (keinginan untuk memiliki), strive for (berjuang untuk sesuatu tujuan), aim (mengarah kepada sesuatu), desire, wish, ask for, request demand (menuntut). Kalau Tuhan berkata: “carilah,” artinya ada suatu perjuangan dengan keras untuk memperoleh sesuatu. Sesuatu itu adalah Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.
Kebenaran dalam teks ini adalah dikaiosune (δικαιοσύνη), yang artinya adalah kebenaran yang bertalian dengan tingkah laku, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan (Mat. 5:20). Berkenaan dengan hal ini Tuhan Yesus memang menghendaki agar orang percaya hidup secara luar biasa dalam kelakuan. Untuk ini, orang percaya harus berjuang agar dapat menghadirkan pemerintahan Allah dalam kehidupan pribadinya. Melalui hal ini seseorang dipersiapkan menjadi warga Kerajaan Surga dengan memiliki kualitas kebaikan yang telah ditampilkan atau diperagakan oleh Tuhan Yesus semasa hidup-Nya. Hal ini tidak mungkin dapat terwujud tanpa perjuangan y...