Sebenarnya, ini adalah cerpen pertama dalam buku kumpulan cerpen The Story About A Bus Driver Who Wanted To Be God karya Etgar Keret. Buku kumpulan cerpen ini diberi judul sesuai cerpen pertamanya. Cerpen ini berkisah tentang seorang supir bis yang sangat disiplin dan memiliki prinsip kerja yang tegas. Bahwa ia tidak akan menolerir segala jenis keterlambatan para penumpangnya dengan alasan dan kondisi apapun. Sedikit saja mereka terlambat, ia tak akan sudi membukakan pintu bis. Baginya, satu orang terlambat lebih baik daripada seisi bis ikut terlambat karena seorang itu. Akantetapi, suatu hari prinsipnya berubah karena Eddy. Eddy adalah seorang asisten koki di sebuah restoran bernama konyol, The Steakaway. Ia berkarakter clumpsy, terlalu santai bahkan malas. Ia selalu terlambat berangkat kerja namun tak pernah mau repot-repot mengejar bis. Suatu hari Eddy jatuh cinta pada salah seorang pelanggannya. Ia lalu mngajaknya bertemu di Dolphinarium. Pada waktu yang telah dijanjikan, Eddy ketiduran dan terlambat seperti biasanya. Begitu terbangun, ia segera berlari menuju halte bis. Baru kali ini, Eddy merasa tidak ingin terlambat. Ia ingin segera menemui gadis itu. Tentu saja, bis sudah berangkat. Tapi Eddy tak mau menyerah, dia berlari dan berlari mengejar bis. Beruntung di perempatan, lampu berubah merah dan bis terpaksa berhenti. Eddy berhasil mengejar bis. Sang supir semula enggan membukakan pintu. Namun, melihat Eddy yang terengah-engah sambil berlutut di aspal, sang supir bis yang pernah bercita-cita menjadi Tuhan itu hatinya pun tersentuh. Ia teringat akan janjinya dulu untuk menjadi Tuhan yang penyayang terhadap hamba-hambanya. Sang supir akhirnya mengizinkan Eddy naik.