Ammy Reads

Ammy Reads

By Ammy ChenArtsBooks
Download on the App Store

Ammy Reads episodes

  • (Puisi) (Tulisan Intertekstual) Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia - Issabella Zacim
    Ini adalah tulisan Intertekstual dari puisi MAJOI karya Taufiq Ismail yang ditulis oleh Issabella Zacim. Intertekstual adalah sebuah pendekatan untuk memahami sebuah Teks sebagai sisipan dari teks-teks lain. Intertekstual juga dipahami sebagai proses untuk menghubungkan teks dari masa lampau dengan teks masa kini. Tulisan ini sempat membuat heboh karena dikira sebagai karya Pak Taufiq, namun ada pula yang menuduh sebagai upaya pencatutan karya sebab pernah dimuat sebuah media di Indonesia dengan mencantumkan nama Taufik Ismail (Bukan Taufiq Ismail). Padahal, Issabella Zacim, penulisnya hanya ingin mengaitkan puisinya mengenai kondisi zaman sekarang dengan isi puisi zaman sebelumnya. Tulisan Intertekstual ini dibuat tahun 2017, sementara puisi MAJOI ditulis tahun 1998.
    2 min
  • (Puisi) Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia - Taufiq Ismail
    Puisi paling favorit. Belasan tahun lalu, saya membaca buku puisi MAJOI karya Taufiq Ismail dan seketika jatuh cinta. Saking cintanya, saya menyalin semua isi buku itu. Maklum, saya hanya mampu pinjam. Tapi entah kemana kini buku catatan itu. Kalimatnya banal, bernas dan mengena. Mengkritisi berbagai hal yang perlu dikritisi dari negeri ini. Seolah tak ada sesuatu pun yang luput dari pengamatan tajam seorang Taufiq Ismail. Penyair senior yang dikenal sebagai salah satu penyair angkatan '66 ini pernah ikut menandatangani Manifestasi Kebudayaan yang menyatakan bahwa sastra haruslah seimbang dan netral, bukan menjadi corong politik. Hal itu membuat Lekra, lembaga kebudayaan milik PKI marah. Soekarno lalu menyatakan manifesto itu sebagai terlarang. Publik kemudian menyingkat manifesto itu menjadi manikebu sebagai bahan olokan. Dan selama beberapa tahun, para seniman yang terlibat dalam manikebu harus merunduk, berkarya secara sembunyi-sembunyi. Buku kumpulan puisi MAJOI memiliki banyak sekali puisi-puisi bagus lainya yang berisi kritik atas sosial. Yang disampaikan dengan lembut dan santun, namun lugas dan tegas. Lain waktu mungkin akan saya bacakan juga.
    7 min
  • (Short Story) About Love - Anton Chekov
    Kali ini yang bercerita adalah Alehin alias Pavel Konstantinovitch, sahabat Ivan Ivanovitch dan Burkin yang mereka kunjungi di cerpen sebelumnya. Karena hujan yang deras, keduanya lalu bermalam di rumah Alehin. Saat makan siang keesokan harinya, Alehin bercerita tentang hubungan asmara Pelagia, pelayannya yang cantik itu dengan juru masak mereka yang buruk rupa pun perilakunya. Nikanor tak hanya pemabuk, ia juga abusive terhadap Pelagia. Mereka semua tak habis pikir mengapa Pelagia bisa bertahan dalam hubungan semacam itu. Alehin kemudian juga berkisah tentang cintanya sendiri yang menyedihkan sebab tak mungkin bisa bersatu. Alehin jatuh cinta pada istri koleganya sendiri yang telah begitu baik dan menjalin pertemanan yang begitu akrab dengannya. Alehin sering mengunjungi dan menghabiskan waktu bersama keluarga Dmitri. Tapi baik ia maupun Anna, tidak ada yang berani mengungkapkan perasaan masing-masing. Terlalu banyak yang dipertimbangkan, terlalu banyak yang akan menjadi korban jika mereka sampai bersatu. Mereka tidak mau egois. Tapi keadaan ini begitu menyiksa keduanya, bahkan Anna sampai mengidap penyakit syaraf. Dan sebelum keadaan lebih menyakitkan, takdir bantu mengakhiri segalanya. Dmitri mendapat promosi dan akan dipindahtugaskan ke provinsi lain. Sementara sang istri, demi kesehatannya akan dirawat di daerah Crimea. Saat mengantar Anna berangkat ke Crimea, Alehin berkesempatan untuk berduaan dan berbicara dengan Anna. Ia tak dapat lagi menahan perasaannya. Keduanya akhirnya saling mengungkapkan cinta. Tapi sebagaimana sebelumnya, mereka tetaplah tidak berdaya dengan keadaan, hanya bisa menangis dan mengikhlaskan. Demikianlah, Alehin jadi terputus hubungan dengan keluarga Luganovitch. Cerpen yang cukup menyentuh tentang kehidupan dan cinta.
    26 min
  • (Short Story) Gooseberries - Anton Chekov
    Ini adalah cerpen kedua dari The Little Trilogy nya Anton Chekov. Jika di cerpen pertama yang berkisah adalah Burkin, maka di cerpen ini gantian Ivan Ivanovitch yang berkisah. Ia berkisah tentang adiknya sendiri yang bernama Nikolay Ivanovitch. Ivan dan Nikolay adalah dua bersaudara Ivanovitch yang berasal dari kalangan menengah. Sesungguhnya, mereka berasal dari kasta terendah. Kakek mereka hanyalah seorang buruh tani. Namun, sang ayah berhasil diangkat menjadi prajurit sehingga kemudian memiliki sejumlah harta dan kedudukan. Ivan Ivanovitch lalu mengambil pendidikan tinggi dan menjadi seorang dokter bedah hewan, sementara sang adik, Nikolay sejak usia muda telah mengabdi kepada negara menjadi pegawai negeri sipil. Sekalipun ia sama sekali tak menikmati pekerjaannya yang monoton itu, Nikolay tetap bekerja keras dan menabung. Impiannya adalah menjadi seorang pria terhormat nan kaya raya. Nikolay bercita-cita menjadi seorang tuan tanah yang disegani. Di tanahnya kelak, ia berencana untuk menanam rumpun-rumpun Gooseberries. Nikolay sangat ingin naik kelas, dan demi impiannya itu, ia lalu menikahi seorang janda tua yang jelek namun kaya raya. Padahal, Nikolay sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap wanita itu. Ia pun tidak memberi makan sang istri dengan baik. Ia hanya tertarik kepada uangnya saja yang ia ambil dan simpan di bank atas namanya. Nikolay selalu hidup hemat bahkan kikir ke level yang sangat mengkhawatirkan sehingga Ivan senantiasa menyantuninya. Setelah sang istri meninggal, Nikolay akhirnya berhasil membeli seluas tanah dan menjadi apa yang selama ini ia impikan. Akantetapi, Ivan mendapati betapa bodoh dan naif sekaligus sombongnya Nikolay, terutama kepada para pelayannya setelah ia menjadi kaya. Ia menjadi sangat gila hormat dan selalu menyebutnya dirinya sebagai kaum bangsawan seolah lupa akan asalnya yang sesungguhnya. Nikolay terlihat sangat berbahagia namun menjadi buta dan tuli akan penderitaan orang-orang kecil di sekitarnya. Ia kehilangan rasa empati dan simpatinya sama sekali. Membuat Ivan merasa sangat sedih. Perbedaan kelas dan ketidakadilan sosial adalah tema utama cerpen ini. Ia juga membahas tentang makna sesungguhnya akan kebahagiaan.
    30 min
  • (Short Story) The Man In A Case - Anton Chekov
    Chekov adalah penulis Rusia yang dikenal sebagai salah satu maestro cerpen modern. The Man In A Case adalah cerpen pertama dalam The Little Trilogy-nya. Disebut trilogi karena cerpen-cerpen tersebut memunculkan dua orang tokoh yang sama, Ivan Ivanovitch, seorang dokter hewan dan Burkin, seorang guru. Dua cerpen lainnya adalah Gooseberries dan About Love. Semua akan saya bacakan di podcast ini. Yaayy! The Man In A Case berkisah tentang salah satu rekan guru Burkin bernama Byelikov yang memiliki karakter unik dan aneh. Tak hanya penampilannya yang aneh, sikap dan pemikirannya pun aneh. Sekalipun Burkin terkesan memaklumi karakteristik Byelikov yang "tertutup" dan sangat pemalu, tapi ia juga mengungkapkan keluhannya terhadap sikap Byelikov yang judgmental dan paranoid. Kekhawatirannya akan banyak hal menulari rekan-rekan kerjanya di sekolah bahkan orang-orang yang tinggal di kota kecil itu. Pendapatnya yang judgmental bahkan membuat orang-orang merasa risih, sungkan juga takut. Takut dihakimi oleh Byelikov. Suatu ketika Byelikov jatuh cinta dan nyaris menikah. Seorang guru baru bernama Kovalenko pindah ke sana membawa serta adiknya yang cantik bernama Varinka. Byelikov dan Varinka terlihat sangat cocok, mereka pun saling menyukai. Namun, Byelikov tak kunjung melamar Varinka. Ternyata, ia merasa takut untuk menikah. Terlalu banyak kekhawatiran di kepalanya. Ia juga memiliki beberapa keberatan akan sifat dan karakter Varinka dan Kakaknya yang ia nilai terlalu terbuka, sedikit urakan bahkan kasar. Byelikov merasa sangat malu saat seseorang membuat karikatur dirinya dan Varinka lalu menyebarluaskannya. Ia juga sangat shock saat melihat Varinka dan kakaknya bersepeda, mendahului rombongan rekan sesama guru dan murid-muridnya yang tengah berjalan kaki. Byelikov menilai hal itu sangatlah tidak pantas sehingga ia kemudian pergi menegur Kovalenko. Tapi Kovalenko tersinggung dan marah lalu dengan kasar mendorong Byelikov hingga terjatuh menggelinding di tangga. Saat bangkit dari jatuhnya, Varinka muncul dan menertawakannya. Byelikov amat sangat merasa malu dan terpukul. Sejak itu, ia mengurung diri di kamar dan hanya berbaring saja di atas tempat tidur, tidak mau makan sehingga sakit dan akhirnya meninggal sebulan kemudian. Tragis ya? Karakter fiktif yang paranoid dan depresif ini rupanya cukup terkenal sehingga dibuatkan monumennya di samping museum Chekov di Taganrog, kota kelahiran sang penulis. Cerpen ini telah dipentaskan di atas panggung dalam bentuk teater maupun tari balet juga telah difilmkan di Rusia sana.
    36 min
  • (Short Story) Dear Life - Alice Munro
    Suatu ketika saya bertanya kepada penulis pujaan saya, Pak Cik Andrea Hirata, buku apa yang tengah ia baca. Dalam sebuah video singkat yang ia pajang di akun instagramnya untuk menyemangati kami, para fans di masa wabah ini terlihat ia tengah membaca sebuah buku tebal dan ada setumpuk buku lain di sampingnya. I couldn't help to ask. Pak Cik dengan hangat segera menjawab bahwa ia sedang membaca berbagai antologi cerpen dari penulis-penulis mancanegara dan menyebutkan semua judul buku itu beserta penulis atau editornya. Berbekal referensi darinya, saya mencari buku-buku itu, ingin juga membacanya. Salah satu yang kemudian berhasil saya dapatkan adalah Dear Life karya Alice Munro. Terdapat 14 cerpen di dalamnya dan Dear Life ada pada urutan terakhir. Cerpen ini mungkin lebih tepat disebut sebagai memoar-sepotong memoar penulisnya. Alice berkisah tentang kampung halamannya di sebuah kota kecil di Kanada. Ia bercerita tentang kepindahannya, tentang sekolah, teman, tetangga dan juga tentang keluarganya, terutama ibunya. Masa itu Perang Dunia I sudah berakhir dan mereka memasuki babak baru perang dengan Jerman (Perang Dunia II). Sekelumit saja dan sederhana, namun entah mengapa rasanya mendalam. Alice memang menuliskan ini di saat usianya telah berkepala-8. Mungkin hal itulah yang membuat tulisannya begitu mengena di hati. Buku ini terbit tahun 2012 dan setahun setelahnya, Alice Munro memenangkan Nobel Prize dalam bidang Literature sebagai seorang maestro dalam penulisan cerpen kontemporer.
    42 min
  • (Cerpen) Rumah yang Terbakar - Kuntowijoyo
    Para pecinta sastra pasti tahu siapa Kuntowijoyo. Namanya identik dengan Sastra Profetik, yakni aliran sastra yang berjiwa transendental dan sufistik. Kuntowijoyo memang penggiat Sastra Profetik, sebab menurutnya masyarakat tengah dilanda keterasingan sosial sehingga butuh dikembalikan kepada seni yang berketuhanan. Rumah yang Terbakar adalah salah satu contohnya. Cerpen ini menggambarkan kondisi masyarakat pada waktu itu dari sisi spiritualitas dan relijiusitasnya. Tak jauh berbeda dengan sekarang sebenarnya: materialistik, musyrik, bergelimang maksiat dan berpecah belah. Diceritakan bahwa ada suatu daerah terbagi menjadi dua desa yang berselisih akibat perbedaan relijiusitas. Desa di utara berisi kaum santri sedangkan desa di selatan berisi kaum abangan. Bukannya tidak pernah coba didakwahi desa di selatan itu. Sekalipun sulit dan mendapat tantangan dari penjaga ghaib desa itu, Jokaryo akhirnya berhasil mendirikan surau di tengah hutan desa. Sayangnya, setelah ia wafat tak ada yang melanjutkan perjuangannya dan surau itu kemudian diambil alih dan malah diubah menjadi rumah bordil oleh Bu Kasno, perempuan yang ingin kaya dengan jalan pesugihan. Adalah Ustadz Yulianto Ismail, seorang pendatang di desa itu yang merasa prihatin dan bertanggung jawab akan kondisi masyarakat di sana. Karena dilindungi oleh aparat dan pejabat desa, sulit untuk membubarkan tempat itu. Suatu ketika, Ustadz Yulianto memiliki ide untuk membakar rumah bordil itu. Atas nama Nahi anil Mungkar, diam-diam ia melakukannya sendirian, tengah malam setelah memastikan tempat itu sedang tutup. Sesaat, ia merasa puas, masyarakat pun lega melihat rumah maksiat itu terbakar. Namun kelegaan itu tidak berlangsung lama, sebab yang terbakar ternyata bukan cuma sang rumah melainkan ada juga sepasang muda-mudi yang tengah asyik pacaran diam-diam karena keduanya berasal dari dua desa yang saling berseteru itu. Niat baik memang harus diikuti dengan cara yang baik. Niat mulia Ustadz Yulianto untuk memberantas kemaksiatan, malah tak sengaja mencabut dua nyawa anak manusia.
    13 min
  • (Puisi) Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono
    Puisi singkat, indah dan legendaris dari Sang Penyair Maestro, Sapardi Djoko Damono. Saking melegenda, Maestro akhirnya menuliskan pula novelnya dalam bentuk trilogi. Hujan Bulan Juni telah dimusikalisasi bahkan diangkat ke layar lebar.
    1 min
  • (Cerpen) Mayat yang Mengambang di Danau - Seno Gumira Ajidarma
    Barnabas tidak mengerti mengapa orang-orang menuntut kemerdekaan, termasuk putra semata wayangnya, Klemen sehingga ia memilih untuk berhenti dari sekolah Teologianya dan menghempas impian Barnabas agar kelak sang putra menjadi pendeta. Yang Barnabas tahu hanyalah, ia tinggal di Negeri Danau yang indah dan hidup cukup dengan berburu ikan dari dasarnya. Hidupnya tenang dan tentram, sampai saat ia menemukan putranya yang telah beberapa hari hilang dalam keadaan tak bernyawa. Kisah ini, berlatar belakang Konflik Papua yang hingga hari ini masih berlangsung. Ibarat bara dalam sekam, OPM dan perjuangannya menuntut kemerdekaan.
    17 min

About Ammy Reads

From the publisher's feed

I love reading and I love doing it loudly. Yep, I'm a loud reader. That's why I made this podcast. Dedicated to people who claim that they do love reading, only too busy (and lazy) to do it themselves. So, I'm reading it for you, Pals. You're welcome 😜

More shows like Ammy Reads

Profile by BBC Radio 4

Profile

110 Listeners

Storyological by E.G. Cosh & Chris Kammerud

Storyological

16 Listeners

Gemischtes Hack by Felix Lobrecht & Tommi Schmitt

Gemischtes Hack

93 Listeners

Mordlust by Paulina Krasa & Laura Wohlers

Mordlust

192 Listeners

Die Nervigen by Julia Beautx & Joey's Jungle

Die Nervigen

37 Listeners

Clare on Air by Yana Clare & arc.studio

Clare on Air

3 Listeners