LINEUP artis di mata para penonton Taiwan??
Dalam sebuah acara musik misal Pensi, Festival, dan berbagai jenis tawaran sebuah acara musik yang akan menampilkan beragam band dan pertunjukan pada sebuah acara dapat di kategorikan sebagai LINEUP, jadi intinya LINE UP adalah list ataupun daftar para pengisi acara yang di tetapkan oleh sebuah organizer dari pelaksana sebuah acara musik.
Penting ngga lineup itu? Krusial! Karena lineup menjadi daya jual yang sangat tinggi, daftar yang seperti apa akan menarik perhatian para penonton yang seperti apa juga, jadi intinya semakin menarik daftar lineup dari sebuah festival, maka dengan mudahnya akan semakin banyak orang yang berbondong-bondong datang ke sebuah festival tersebut.
Tapi apakah setiap pengunjung yang datang tau dengan semua daftar pengisi acara? Ada yang mungkin cuma tau 1 atau 2 nama, ada juga yang bahkan tau semua, ada juga yang tidak tau sama sekali, jadi tentunya jawaban setiap orang yang pergi ke festival tersebut akan beragam.
Kali ini akan kita kupas lineup di Taiwan bagi pengunjung Taiwan oleh penyelenggara Taiwan, apakah pelaksana sudah menyediakan suguhan band terbaik kepada para pengunjung? Apakah para pengunjung juga merasa puas dengan rentetan hiburan yang di suguhkan oleh tim pelaksana?
Di lansir dari Blow.streetvoice.com
“ Berharap agar Pihak penyelenggara dapat mencari pengisi acara yang lebih populer, selera kami tidak setinggi itu “
“ Market Taiwan itu udah sangat kecil, janganlah di pilah-pilah lagi”
“ ngga ada Sorry Youth Band, 美秀集團?moso sih? Ngga update nih penyelanggara, band Taiwan kayanya masih banyak deh.
Selesainya festival Luc Fest di kota Tainan beberapa pekan yang lalu, dimana festival ternama dari kota ini dengan suguhan penganan khas kota Tainan serta band yang di rasa masih sangat terbatas menjadi memori terakhir di tahun 2019 yang lampau. Festival ini terpaksa harus di hentikan sementara selama 3 tahun lamanya gegara pandemi yang kian mencekam, setelah mendapatkan lampu hijau dari berbagai instansi, akhirnya LUC fest dapat di gelar kembali. Dengan skala dan kaliber lineup yang jauh lebih besar, bahkan venue acara juga di gelar dengan skala yang jauh lebih besar lagi, dengan 2 panggung besar yang akan di isi oleh band yang berbeda serta jadwal panggung yang tersinkronisasi dengan baik menjadikan tambahan positif bagi pengunjung agar dapat menonton semua band favoritnya.
Tidak seperti dulu, dimana 2 panggung mungkin akan melangsungkan konser secara bersamaan di 2 tempat yang berbeda, akhirnya menimbulkan banyak nada miring dan kontroversi dari penonton dengan nada tidak puas akibat pelaksanaan dari tim produksi yang tidak dapat membuat jadwal yang jauh lebih baik lagi.
Bisa di bilang pandemi masih berlanjut, namun beberapa festival musik yang sudah menjamur dijadikan sebagai ajang pelampiasan bagi para pecinta musik yang sudah lama tidak menonton pertunjukkan langsung, tidak sedikit para penyelenggara yang merasa kesulitan ketika para pengunjung yang datang dengan ragam yang semakin banyak, artinya dulu mungkin pengunjung festival adalah anak-anak muda yang memang suka dengan musik, itupun mayoritas pendukung band Indie.
Namun sekarang festival menjadi sebuah melting pot yang cukup unik, para pecinta musik populer mandapop juga ikut pergi ke pelbagai festival musik yang berlangsung. Hal ini membuat festival musik Luc fest menjadi rumit dan terkesan riweh, bagi penonton mungkin akan merasakan cuma nambah orang yang dateng doang kok repot!?
Tapi hal ini akan membuat tim pelaksana menjadi kesusahan dalam mengatur dan arus para penonton. Ambil contoh ketika band Indie terkenal akan segera memulai konsernya, tapi dimana para pendenger mandapop yang asing dengan band ini tidak akan mencoba untuk mendekat, secara otomatis penonton akan langsung terbagi menjadi 2 kubu yang berbeda, begitupun sebaliknya dimana ketika artis mandapop konser, para pendukung musik indie juga tidak akan mendekat.
Yang lebih runyam lagi adalah bagi tim pelaksana, karena secara lineup perkara mandapop dan indie akan sangat susah di gabungkan menjadi 1 lini, dan yang lebih penting lagi ketika 2 lineup yang berbeda secara genre dan fans, maka tidak akan ada 1 lineup di dunia yang akan bisa memuaskan hati para pengunjung. Bagaimana pun juga selera musik adalah sesuatu yang sangat personal.
Di Tahun ini ada beberapa band yang namanya sudah hampir tidak terdengar lagi, misal seperti band 929 樂團,回聲樂團 (ECHO Band ) ditambah lagi dengan duo rapper : 蛋堡, 國蛋 。
Hal ini tentu membuat para pecinta musik mandapop menjadi kebingungan untuk menonton, di tonton kaga ngerti lagunya, kaga di tonton juga sayang. Dilema bet.
Ditambah lagi persepsi antar 2 kubu yang berbeda dari para fans dan pendukung sebuah band tentu akan berbeda, dimana para pendukung dan fans indie akan lebih pro-aktif dalam mendukung band favoritnya, misanya membeli merch, baju, gelas, CD, DLL. Hal ini nampak dengan jelas ketika penjualan merch dari sebuah band indie yang sedang mentas, para fans setia akan menunjukkan kepada band yang sedang manggung sembari mengayunkan baju, handuk, ataupun merch lainnya sebagai bentuk sebuah dukungan.
Ketimbang dari band mandopop yang berdiri di bawah naungan sebuah perusahaan musik, majoritas artis-artis Branded akan lebih memiliki metode lain dalam menjual merch, yaitu dalam menggelar konser tunggal, ataupun rilisan sebuah hasil karya misal MV yang sekaligus juga menjual merch yang dapat di akses secara daring.
Tapi intinya seperti apappun lineup dari sebuah festival, bukankah kita seharusnya dapat menikmati sebuah suguhan acara yang telah susah payah di rancang dengan baik oleh penyelenggara acara agar dapat menikmati sebuah sore yang tidak terlupakan menjadi tujuan utama kita, pergi menikmati sebuah pertunjukkan dengan orang terdekat, tersayang kita, ataupun mencoba untuk mendengarkan band baru bersama pasangan kita menjadi sebuah pengalaman baru yang tidak terlupakan?
Bukankah itu yang kita cari ketika kita pergi ke sebuah festival, mencoba untuk mencari kesenangan, rehat dan lupakan rutinitas pekerjaan dalam kurun waktu sesaat, apapun musikmu, intinya musik itu menyenangkan.