
Sign up to save your podcasts
Or


ChatGPT dan berbagai macam teknologi AI mulai bermunculan. Banyak hal yang dulu hanya bisa dikerjakan manusia kini bisa dikerjakan oleh AI. Bagaimana dengan marketing? haruskah takut? dan kenapa?
Brand besar selalu punya karakter. Walaupun banyak brand owner tahu akan hal ini, tapi banyak yang masih bangun brand character secara salah. Belajar dari kesuksesan Uncle Roger membangun karakternya
Brand message harus relevan, tapi seberapa relevan? Apakah relevansi dan gimana mendapatkannya?
Ada marketer jago teori tapi begitu di lapangan, nggak banyak yang benar. Sebaliknya ada yang jago di lapangan tapi gak bisa jelasin teori. Bukan harusnya kalo bisa satu bisa sisanya? kenapa bisa begitu, dan mana yg lebih baik?
Walaupun sebagian besar manusia suka belanja dan beli-beli barang, tapi nggak ada yang suka untuk dibikin beli. To be sold dan tu buy punya makna yang berbeda. Dan kalau tau bedanya, kita pun bisa mendesain sales & marketing strategy kita untuk bikin mereka membeli tanpa merasa to be sold.
Account Instagram Ecommurz mencapai keberhasilan besar dalam 2 tahun terakhir. Setiap harinya follower bertambah dengan kualitas engagement pun mengikuti. Lepas dari ada yang merasa terbantu dan juga yang terganggu dengan kehadiran dan tindak-tanduknya, ada banyak hal yang brand bisa pelajari dari kesuksesannya.
Sales dan marketing seringkali dianggap bertentangan. Yang satu short term, yg satu lagi long term. yang satu jaim, yang lain lagi obral2an. Apa bener gitu? enggak sih. Orang2 sales dan marketing yang jago sejalan dan sepakat kok. dan mereka berdua mempraktekkan prinsip-prinsip behavioral marketing juga.
Sales dan marketing seringkali dianggap bertentangan. Yang satu short term, yg satu lagi long term. yang satu jaim, yang lain lagi obral2an. Apa bener gitu? enggak sih. Orang2 sales dan marketing yang jago sejalan dan sepakat kok. dan mereka berdua mempraktekkan prinsip-prinsip behavioral marketing juga.
Banyak marketer fokus pada hal2 yang fancy, bangun brand, bikin iklan keren, content viral dan berbagai macam activity yang terlihat wow. Tapi pada akhirnya gagal untuk punya dampak ke bisnis. Sebaliknya, banyak brand exist bahkan ketika brandnya gak begitu dikenal hanya karena satu hal ini. Kalau begitu apa bangun brand masih dibutuhkan?
Manusia pada dasarnya punya kebutuhan untuk bisa punya sense of control. Kita jadi stress ketika kita kehilangan kontrol terhadap apapun yang sedang kita hadapi. Hal yang sama juga berlaku dengan interaksi konsumen dengan brand. Berbagai studi menunjukkan bagaimana sense of control bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan brand, yang pada akhirnya berpengaruh pada seberapa banyak mereka berbelanja dan seberapa lama mereka dengan kita.
From the publisher's feed