Mei 1998 adalah satu noktah hitam besar dalam peta sejarah republik ini. Kerusuhan pecah dimana-mana, mengiringi upaya penggulingan Presiden Soeharto dari singgasananya. Bukan hanya ratusan ribu mahasiswa dan buruh yang turun ke jalan dan menduduki gedung DPR, tapi kerusuhan juga terjadi di sejumlah titik di ibukota. Aksi penjarahan, perusakan dan pembakaran terjadi di sana sini. Tak hanya itu, massa yang brutal juga menyerang dan menganiaya para warga beretnis Tionghoa. Bahkan mereka memperkosa dan membunuh perempuan-perempuannya. Dari yang berusia belia, 10 tahun hingga yang tua renta berusia 72 tahun. Kebanyakan dari mereka disiksa dan dibunuh secara brutal setelahnya. Entah datang dari mana para manusia berhati iblis yang kebiadabannya melebihi anjing-anjing liar. Sejarah mencatat, setidaknya ada 1.333 korban pemerkosaan pada hari-hari nahas itu. Sejarah pun mencatat bahwa hingga detik ini, kejahatan tersebut belum terungkap. Dan keadilan atas mereka belum juga dapat ditegakkan.