Orang Beriman Selalu Menjadi Penasihat Yang Terpercaya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 14 Rabi’ul Awwal 1444 H / 10 Oktober 2022 M.
Kajian sebelumnya: Akibat Baik Untuk Orang-Orang Bertakwa
Orang Beriman Selalu Menjadi Penasihat Yang Terpercaya
Faedah ketiga dari kisah Qarun adalah orang yang beriman selalu menjadi penasihat yang terpercaya. Ini diambil dari surah Al-Qasas ayat 76. Ketika Qarun menyimpang dan sombong karena hartanya, dia membuat kerusakan di muka bumi, maka kaum mukminun menasihati Qarun. Mereka berkata kepada Qarun:
إِِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang membangga-banggakan diri.” (QS. Al-Qasas[28]: 76)
Memberikan nasihat merupakan amalnya para Nabi, Rasul dan orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan tentang Nabi Nuh ‘Alaihis Salam:
قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٦١﴾ أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿٦٢﴾
“Nuh berkata: ‘Wahai kaumku, aku tidak sesat. Akan tetapi aku adalah seorang utusan Rabbul ‘Alamin. Aku sampaikan kepada kalian risalah-risalah Rabbku, dan aku menasihati kalian, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui.'” (QS. Al-A’raf[7]: 61-62)
Begitu juga Nabi Hud ‘Alaihis Salam, Allah firmankan tentangnya:
قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٦٧﴾أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ ﴿٦٨﴾
“Hud berkata: ‘Wahai kaumku, aku bukannya orang yang tidak waras, akan tetapi aku adalah seorang Rasul yang diutus oleh Rabbul ‘Alamin. Aku sampaikan kepada kalian risalah-risalah Rabbku, dan aku adalah pemberi nasihat yang terpercaya.'” (QS. Al-A’raf[7]: 67-68)
Demikian juga Nabi Shalih, Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentangnya:
…يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِن لَّا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ
“Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian risalah Rabbku, dan aku telah menasihati kalian, akan tetapi kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat.” (QS. Al-A’raf[7]: 79)
Nabi Syu’aib Allah firmankan tentangnya:
…يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ
“Wahai kaumku, aku telah menyampaikan kepada kalian risalah-risalah Rabbku dan aku telah menasihati kalian. Maka bagaimana aku bisa bersedih atas kaum yang kafir.” (QS. Al-A’raf[7]: 93)
Jelaskan sekali para Nabi adalah pemberi nasihat. Sampai Nabi kita yang kita cintai Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ
“Agama itu nasihat.” Para sahabat bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:
لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
“Nasihat untuk Allah, kitab Allah, bagi Rasul Allah, para imam umat Islam dan orang awam dari kalangan mereka.” (HR. Muslim)
Hasan Al-Bashri Rahimahullah pernah berkata: “Sebagian sahabat Nabi berkata: