Khutbah Jumat: Tidak Cukup Sebatas Niat Yang Baik ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 26 Syawal 1443 H / 27 Mei 2022 M.
Khutbah Pertama Tentang Tidak Cukup Sebatas Niat Yang Baik
Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya bahwa ada tiga orang datang kepada istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka bertanya kepada istri-istri Nabi tersebut tentang bagaimana ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Ketika para istri Nabi mengabarkan bagaimana ibadah-ibadah Rasulullah, maka seakan-akan mereka menganggap bahwa ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat ringan sekali. Kemudian salah seorang dari mereka berkata:
أينَ نحنُ مِن رسولِ اللَّهِ و قد غَفرَ اللَّهُ له ما تقدَّمَ من ذنبِهِ و ما تأخَّرَ ؟
“Siapa kita dibandingkan dengan Rasulullah. Kalau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah dijamin masuk surga, sudah diampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang, sedangkan kita tidak ada jaminan.”
Lalu yang satu berkata: “Adapun saya akan shalat semalam suntuk dan tak akan pernah tidur.” Yang satu lagi berkata: “Saya akan berpuasa terus-menerus.” Dan yang satu lagi berkata: “Adapun aku tidak akan menikah. Aku akan ibadah kepada Allah saja.”
Maka ucapan tiga orang ini sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memanggil tiga orang ini. Kemudian Rasulullah bersabda kepadanya: “Bukankah kalian yang mengatakan begini dan begitu?” Kata mereka: “Benar wahai Rasulullah.”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّى لأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ ، لَكِنِّى أَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى
“Demi Allah, aku ini orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa dari kalian. Aku berpuasa namun aku juga berbuka. Aku sendiri mengerjakan shalat malam dan tidur. Dan aku pun menikahi wanita. Maka siapa yang tidak menyukai sunnahku, ia bukan dari golonganku.”
Sebuah kisah agung yang hendaknya kita petik dan ambil pelajaran.
Lihat bagaimana tiga orang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sangat semangat ingin beribadah kepada Allah. Mereka datang kepada istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempertanyakan tentang ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ternyata mereka menganggap bahwasanya ibadah Rasulullah amat ringan sekali.
Maka dengan semangatnya untuk ibadah kepada Allah dan dengan niatnya yang baik tersebut, yang pertama ingin shalat semalam suntuk tak pernah tidur setiap malam. Yang satu lagi dia akan terus berpuasa. Dan yang satu lagi tidak mau menikah.
Namun ternyata Rasulullah mengingkari tiga orang ini. Rasulullah tidak menyetujui perbuatan mereka. Karena bertentangan dengan سماحة الإسلام (kemudahan Islam), bertentangan dengan ruhul Islam, bahkan bertentangan dengan firman Allah:
يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menginginkan untuk kalian kemudahan dan tidak menginginkan untuk kalian kesulitan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185)
Ini menunjukkan bahwa sebatas niat yang baik tidaklah cukup. Terkadang seseorang berkata “Yang penting niat saya baik, yang penting hati saya baik.” Kita katakannya bahwa sebatas niat yang baik itu tidak cukup sampai perbuatanmu sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Sesungguhnya Islam adalah agama yang telah disempurnakan oleh Allah R...