Khutbah Jumat: Puasa Membuka Pintu-Pintu Kebaikan ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 4 Ramadhan 1442 H / 16 April 2021 M.
Khutbah Pertama – Khutbah Jumat: Puasa Membuka Pintu-Pintu Kebaikan
Ummatal Islam,
Seorang sahabat mulia yang bernama Abu Umamah Al-Bahili, ia datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu ia bertanya:
أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟
“Amal apa yang paling utama Wahai Rasulullah?”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ
“Hendaklah kamu berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu amalan tiada tanding.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i)
Iya, ia adalah amalan yang tidak ada tandingannya, saudaraku. Karena puasa membuka segala macam pintu kebaikan kepada seorang hamba.
Dengan dijadikan ia lapar, maka syahwatnya pun berkurang, sementara syahwat itu merupakan sumber manusia jatuh kepada semua dosa. Dengan dijadikan ia lapar, saudaraku, hatinya menjadi bening, akalnya pun menjadi bersih. Sehingga pada waktu itu seorang hamba senantiasa ingin mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ia pun menjauhi berbagai macam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sungguh, sadaraku.. Orang yang berpuasa dibukakan kepada dia pintu-pintu kebaikan yang banyak. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika bertanya kepada Muadz bin Jabal:
أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟
“Maukah aku tunjukkan kamu kepada pintu-pintu kebaikan?”
Kata Muadz bin Jabal: “Mau Wahai Rasulullah.”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tiga pintu kebaikan, kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
الصَّوْمُ جُنَّةٌ
“Puasa itu adalah bagaikan perisai.”
Dalam satu riwayat yang lain:
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka.” (HR. Ahmad).
Kemudian Rasulullah bersabda:
والصَّدّقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
“Dan sedekah itu bisa mematikan dosa sebagaimana air bisa memadamkan api.”
وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ
“Dan shalatnya seseorang di waktu malam.”
Subhanallah.. Di bulan Ramadhan ini apabila kita kumpulkan tiga perkara; di siang hari kita berpuasa, di malam hari kita shalat malam (shalat tarawih), kemudian dibarengi dengan kita banyak bersedekah, berarti tiga pintu kebaikan telah kita miliki.
Subhanallah.. Apabila tiga pintu itu kita telah memiliki, saudaraku sekalian, maka semua kebaikan telah terbuka di mata kita.
Oleh karena itulah, saudaraku.. Ini merupakan bulan kebaikan, bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, bulan seorang muslim kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam hadits riwayat Tirmidzi, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
“Di bulan Ramadhan akan ada yang meneru: ‘Wahai yang menginginkan kebaikan, kemarilah. Wahai yang menginginkan keburukan, tahanlah.”
Maka Subhanallah.. Kita bersyukur kepada Allah, kita memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mensyariatkan puasa Ramadhan sebulan penuh lamanya.
Sunngguh, saudaraku.. Kebaikan yang kita lihat merupakan kebaikan yang kita timbang dengan akhirat kita, bukan dengan beratnya lapar dan dahaganya kita.
Na’am.. Memang ketika puasa kita merasa lapar, kita merasa dahaga,