Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 8 Safar 1445 H / 25 Agustus 2023 M.
Khutbah Jumat: Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut
Perniagaan yang tak akan pernah ada bangkrutnya adalah perniagaan bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perniagaan di dunia mungkin saja pelakunya terkena kebangkrutan, tapi perniagaan dengan Allah tidak mungkin akan pernah ada bangkrutnya. Siapa mereka yang mengharapkan perniagaan yang tidak pernah ada kerugiannya? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,”
“Sesungguhnya orang yang senantiasa membaca ayat-ayat Allah, mendirikan shalat, dan menginfakkan harta mereka baik rahasia maupun terang-terangan, merekalah orang-orang yang mengharapkan perniagaan yang tak ada kerugiannya” (QS. Fatir[35]: 29)
Ini adalah tiga sifat orang yang mengharapkan jual beli yang tidak ada kerugiannya sama sekali. Apa itu?
1. Senantiasa membaca Al-Qur’an
Yang pertama, senantiasa membaca Al-Qur’an. Karena sesungguhnya Al-Qur’an itu bimbingan untuk kehidupan kita, di dalamnya petunjuk untuk hidup kita. Siapapun yang membaca Al-Qur’an, maka penyakit-penyakit yang ada di dalam hatinya akan hilang, biidznillah.
Siapapun yang mempelajari Al-Qur’an, Allah pasti berikan kepadanya hidayah dan rahmat. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Wahai manusia, telah datang kepada kalian peringatan dari Rabb kalian dan penyembuh terhadap apa yang ada di dalam hati kalian berupa penyakit, dan sebagai hidayah serta rahmat untuk orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus[10]: 57)
Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati Al-Qur’an dengan 4 sifat yang agung. Yaitu: yang pertama peringatan, kedua obat untuk penyakit-penyakit hati, yang ketiga sebagai hidayah, dan yang keempat sebagai rahmat. Dan semua ini Allah berikan untuk orang-orang yang beriman yang senantiasa membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Tidakkah mereka mentadaburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah tertutup mati?” (QS. Muhammad[47]: 24)
Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang yang hatinya tak ingin lagi mentadabburi Al-Qur’an, hatinya tertutup untuk mempelajari Al-Qur’an. Maka orang seperti ini telah berpaling dari kebaikan untuk hidupnya, ia telah berpaling untuk obat hatinya. Maka siapa yang mencari kesembuhan dari selain Al-Qur’an, hakikatnya tidak akan sembuh penyakitnya. Yang ada adalah bertambah penyakit hatinya.
Maka jadikan Al-Qur’an sebagai pelipur lara kita,